Thursday, December 8, 2016

AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN METODE HARGA POKOK PESANAN DAN METODE HARGA POKOK PROSES

Akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien.

Perbedaan Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan & Akuntansi Manajemen :
     Akuntansi Biaya: berguna untuk menghitung biaya suatu produk yang mengandung unsur bahan baku, upah langsung dan overhead pabrik (biaya fabrikase), serta memusatkan pada akumulasi biaya, penilaian persediaan dan perhitungan serta penetapan harga pokok suatu produk, hanya menekankan pada sisi biaya
     Akuntansi Keuangan: mengarah pada proses penyusunan laporan keuangan yang akan diberikan pada pemilik perusahaan
   Akuntansi Manajemen: menekankan pada penggunaan data akuntansi untuk pengambilan keputusan bisnis, menekankan pada aspek pengendalian manajemen atas biaya

Tujuan Akuntansi Biaya:
-Penentuan Harga Pokok Produksi : mencatat, menggolongkan dan meringkas biaya pembuatan produk.
     -Menyediakan informasi biaya untuk kepentingan manajemen : biaya sebagai ukuran efisiensi
     -Alat Perencanaan : perencanaan bisnis pasti berkaitan dengan penghasilan dan biaya, Perencanaan biaya akan memudahkan dalam pengendalian biaya
-Pengendalian biaya : membandingkan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk dengan biaya yang sesungguhnya terjadi
-Memperkenalkan berbagai metode : berbagai macam metode dalam Akuntansi biaya dapat dipilih sesuai dengan kepentingan yang diperlukan dengan hasil yang paling efektif dan efisien
-Pengambilan keputusan khusus : sebagai alat manajemen dalam mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis dan menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
-Menghitung Laba perusahaan pada periode tertentu : untuk mengetahui laba maka diperlukan biaya yang dikeluarkan, biaya merupakan salah satu komponen dalam laba
-Menghitung dan menganalisis terjadinya ketidakefektifan dan ketidakefisienan : membahas batas maksimum yang harus diperhatikan dalam menetapkan biaya suatu produk, menganalisis dan menentukan solusi terbaik jika ada perbedaan antara batas maksimum tersebut dengan yang sesungguhnya terjadi.

Fungsi Akuntansi Biaya:
-Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya (harga) pokok suatu produk
-Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya
-Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban
-Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran
-Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna dipakai di dalam pengendalian manajemen

Organisasi Perusahaan
·     Struktur organisasi dibentuk untuk menentukan posisi, wewenang, kewajiban, tanggung jawab serta hubungan antar manajer di perusahaan

·         Organisasi seperti ini sangat berkaitan dengan akuntansi biaya karena digunakan untuk menyusun sistem biaya sesuai dengan tanggung jawab individual dalam mencapai tujuan perusahaan

§     Akuntansi Biaya dalam perusahaan manufaktur bertujuan untuk menentukan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan. 
§  Siklus akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur harus mengikuti proses pengolahan produk, sejak dari bahan baku dimasukkan dalam proses sampai menjadi produk jadi, seperti dalam skema berikut ini: 
 



METODE PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI 

AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN METODE HARGA POKOK PESANAN
Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan  harga pokok produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Pada pengumpulan harga pokok pesanan dimana biaya yang dikumpulkan untuk setiap pesanan/kontrak/jasa secara terpisah dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya. Atau dalam pengertian yang lain, penentuan harga pokok pesanan adalah suatu sistem akuntansi yang menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan, kontrak atau tumpukan produk yang spesifik.

1.    Karakteristik Biaya Pesanan
-     Sifat produksinya terputus-putus tergantung pada pesanan yang diterima
-     Bentuk produk tergantung dari spesifikasi pemesan
-     Pengumpulan biaya produksi dilakukan pada kartu biaya pesanan, yang memuat rincian untuk masing-masing pesanan.
-     Total biaya produksi dikalkulasi setelah pesanan selesai
-     Biaya produksi epr unit dihitung, dengan membagi total biaya produksi dengan total unit yang dipesan.
-     Akumulasi biaya umumnya menggunakan biaya normal
-     Produk yang sudah selesai langsung diserahkan pada pemesan.

2.    Kartu Biaya Pesanan
      Kartu biaya pesanan adalah dokumen dasar dalam penentuan biaya pesanan yang mengakumulasi biaya-biaya untuk setiap pesanan. Karena biaya diakumulasi setiap batch atau loy dalam sistem biaya pesanan menunjukkan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung serta biaya overhead pabrik yang dibebankan untuk suatu pesanan. File kartu biaya pesanan yang belum selesai dapat berfungsi sebagai buku besar tambahan untuk persediaan dalam proses

§  Perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan, memulai kegiatan produksinya setelah menerima order dari pembeli, tetapi sering juga terjadi, perusahaan mengeluarkan order produksi untuk mengisi persediaan di gudang.

§  Syarat penggunaan Metode Harga Pokok Pesanan:
ü Masing-masing pesanan, pekerjaan, atau produk dapat dipisahkan identitasnya secara jelas dan perlu dilakukan penentuan harga pokok pesanan secara individual.
ü Biaya produksi harus dipisahkan ke dalam dua golongan, yaitu: biaya langsung (BBB & BTKL) dan biaya tak langsung (selain BBB & BTKL).
ü BBB dan BTKL dibebankan/diperhitungkan secara langsung terhadap pesanan ybs., sedangkan BOP dibebankan kepada pesanan atas dasar tarif yang ditentukan di muka.
ü Harga pokok setiap pesanan ditentukan pada saat pesanan selesai.
ü Harga pokok per satuan produk dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dibebankan pada pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk dalam pesanan ybs.

§  Untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan digunakan Kartu Harga Pokok (Job Cost Sheet), yang merupakan rekening/buku pembantu bagi rekening kontrol Barang Dalam Proses.

  
Pengumpulan Biaya Produksi dalam Metode Harga Pokok Pesanan: 

Pencatatan Biaya Bahan Baku (BBB) 

Dibagi dua prosedur, yaitu:

§  Prosedur pencatatan pembelian bahan baku, jurnalnya:

Persediaan Bahan Baku      xxx
           Utang Dagang/Kas                            xxx

§  Prosedur pencatatan pemakaian bahan baku, menggunakan metode mutasi persediaan (perpetual). Dalam setiap pemakaian bahan baku harus diketahui pesanan mana yang memerlukannya. Jurnalnya:

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku      xxx
           Persediaan Bahan Baku                                                                              xxx 

Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)

§  Diperlukan pengumpulan dua macam jam kerja, yaitu:
ü Jam kerja total selama periode kerja tertentu.
ü Jam kerja yang digunakan untuk mengerjakan setiap pesanan.

§  Perusahaan harus menyelenggarakan kartu hadir masing2 karyawan, untuk mengumpulkan informasi jam kerja total selama periode kerja tertentu, untuk pembuatan Daftar Upah. Disamping itu, perusahaan harus mencatat penggunaan jam kerja masing2 karyawan untuk mengerjakan pesanan. (Masing2 karyawan dibuatkan Kartu Jam Kerja/Job Time Ticket)

§  Jurnal untuk pembagian upah:

BDP-Biaya Tenaga Kerja Langsung    xxx
Gaji dan Upah                                      xxx
  

Pencatatan Biaya Overhead Pabrik (BOP)

§  BOP dikelompokkan menjadi bbrp golongan, yaitu:
ü  Biaya Bahan Penolong
ü  Biaya reparasi dan pemeliharaan, berupa pemakaian persediaan spareparts dan persediaan supplies pabrik
ü  Biaya tenaga kerja tak langsung
ü  Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap (contoh: biaya penyusutan aktiva tetap)
ü  Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu (contoh: terpakainya asuransi dibayar di muka)
ü  Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran tunai (contoh: biaya reparasi mesain pabrik, biaya listrik)

§  BOP dalam metode harga pokok pesanan harus dibebankan kepada setiap pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

§  Tarif BOP ditentukan pada awal tahun/periode dengan cara sbb:

Tarif BOP = Taksiran jumlah BOP selama 1 periode
    Jumlah Dasar pembebanan*           

Dasar Pembebanan BOP:
ü Satuan produk                                                 
ü Biaya Bahan Baku                                            
ü Biaya Tenaga Kerja Langsung                                                    
ü Jam Tenaga Kerja Langsung
ü Jam Mesin
                                                   
§  BOP yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan selama satu tahun yang sama, kemudian pada akhir tahun dibandingkan dengan yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif

§  Pencatatan BOP yang Dibebankan kepada produk:

Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik           xxx
Biaya Overhead Pabrik Dibebankan                           xxx 

§  Jurnal penutupan rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan (untuk mempertemukan BOP Dibebankan dengan BOP Sesungguhnya)

Biaya Overhead Pabrik Dibebankan                         xxx
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                     xxx

 §  Pencatatan BOP yang Sesungguhnya: 
Misal: 1. Pemakaian Bahan Penolong: 
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                  xxx
Persediaan Bahan Penolong                                xxx 
2. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Tak langsung:   
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                  xxx
Gaji dan Upah                                                          xxx
  

Pencatatan Produk Selesai 
§  Biaya produksi yang telah dikumpulkan dalam Kartu Harga Pokok dijumlah dan dikeluarkan dari rekening Barang Dalam Proses dengan jurnal sbb:

Persediaan Produk Jadi                                                xxx
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku                      xxx
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung    xxx
Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik               xxx

§  Harga Pokok Produk jadi dicatat dalam Kartu Persediaan (Finish Goods Ledger Card) dan Kartu Harga Pokok Pesanan tersebut dipindahkan ke dalam arsip Kartu Harga Pokok Pesanan yang telah selesai.

  
AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN METODE HARGA POKOK PROSES
Pengumpulan Biaya Produksi dalam Metode Harga Pokok Proses

§  Biaya Bahan

Pencatatan pemakaian Bahan Baku di Departemen A:
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku Departemen A        xxx
                          Persediaan Bahan Baku                                                                                 xxx

Pencatatan pemakaian Bahan Penolong pada Bagian Produksi:

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Penolong Departemen A    xxx
     Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Penolong Departemen B     xxx
     Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Penolong Departemen C     xxx
                        Persediaan Bahan Penolong                                            xxx 

§  Biaya Tenaga Kerja (Langsung & Tak Langsung): 
Pencatatan biaya tenaga kerja (langsung & tak langsung) di Departemen Produksi: 
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Departemen A        xxx
     Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Departemen B         xxx
     Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Departemen C        xxx
             Gaji dan Upah                                                                           xxx


§  Biaya Overhead Pabrik 
ü  BOP pada Metode Harga Pokok Proses adalah biaya produksi selain biaya bahan baku, biaya bahan penolong, dan biaya tenaga kerja, baik langsung maupun tak langsung yang terjadi di departemen produksi.
ü  BOP dapat dibebankan kepada produk atas dasar tarif dan dapat juga dibebankan atas dasar BOP yang sesungguhnya terjadi dalam satu periode.
ü  Pembebanan BOP sesungguhnya kepada produk dapat dilakukan jika:
q  Produksi relatif stabil dari periode ke periode
q  BOP, terutama yang tetap, bukan merupakan bagian yang berarti dibandingkan dengan jumlah seluruh biaya produksi
q  Hanya diproduksi satu macam produk.
ü  Pencatatan berbagai jenis BOP di Departemen Produksi:

    Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik          xxx
                           Persediaan Spareparts                                                                          xxx
                           Persediaan Bahan lain-lain                                                                 xxx
                           Asuransi Dibayar di Muka                                                                  xxx

No comments: