Monday, January 9, 2017

Jenis–Jenis Eksposur Valuta asing


Eksposur valuta asing adalah kepekaan perubahan dalam nilai riil aset, kewajiban atau pendapatan operasi yang dinyatakan dalam mata uang domestik terhadap perubahan kurs yang tidak terantisipasi (Levi, 2001). Perusahaan yang memiliki operasi di luar negeri menghadapi berbagai risiko. Selain bahaya politik, risiko pada dasarnya berasal dari perubahan pada nilai tukar. Dalam hal ini, nilai tukar menunjukkan jumlah bahwa unit dari satu mata uang yang dapat ditukar dengan mata uang lainnya. Dengan kata lain, ini adalah harga suatu mata uang relatif terhadap mata uang lainnya. Mata uang dari negara-negara utama diperdagangkan pada pasar yang aktif, dimana nilai tukar ditentukan oleh tekanan permintaan dan penawaran. Pencatatan nilai tukar dapat dibuat berdasarkan mata uang lokal atau berdasarkan mata uang asing. Eksposur terhadap perubahan kurs tersebut dapat dikelompokkan ke dalam tiga tipe : eksposur translasi, eksposur ekonomi, dan eksposur transaksi (Van Horne, james C and John M.Wachowicz, 2005).

Eksposur Translasi
Eksposur translasi merupakan perubahan laba akuntansi dan neraca yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar (Van Horne, james C and John M.Wachowicz, 2005). Eksposur Translasi terjadi jika perusahaan, khususnya perusahaan multinasional melakukan konversi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya (Mamduh, 2005). Berkaitan dengan translasi dari perubahan mata uang asing di neraca dan laporan laba rugi. Menurut peraturan Financial Acounting Standart Board FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan), perusahaan AS harus menentukan “mata uang fungsional” untuk setiap anak perusahaan yang berada di luar negeri. Jika anak perusahaan tersebut mampu beroperasi mandiri yang diintegrasikan dalam neraca tertentu, maka mata uang fungsionalnya bisa menggunakan mata uang lokal, jika tidak maka dapat digunakan mata uang dolar. Jika terjadi inflasi yang tinggi (lebih dari 100% per tahun), maka mata uang fungsional harus dalam dolar, apa pun kondisinya.

Penggunaan mata uang fungsional penting untuk penentuan proses translasi (proses pernyataan kembali informasi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lain). Jika mata uang lokal digunakan, semua aktiva dan kewajiban ditranslasikan pada nilai tukar saat ini. Selain itu, keuntungan atau kerugian translasi tidak tercermin dalam laporan laba rugi, namun diakui di ekuitas pemilik sebagai penyesuaian translasi. Fakta bahwa penyesuaian seperti itu tidak mempengaruhi laba akuntansi membuat hal ini menarik bagi banyak perusahaan. Akan tetapi, jika mata uang fungsionalnya adalah dolar, keuntungan atau kerugian dicerminkan dalam laporan laba rugi induk perusahaan dengan menggunakan metode temporal (metode akuntansi). 

Secara umum, penggunaan dolar sebagai mata uang fungsional menghasilkan fluktuasi yang lebih besar dalam laba akuntansi. Perbedaan dalam metode akuntansi, dengan dolar sebagai mata uang fungsional, unsur neraca dan laporan laba rugi dikategorikan sesuai dengan nilai tukar historis atau sesuai dengan nilai tukar saat ini. Kas, piutang, kewajiban, penjualan, beban, dan pajak ditranslasikan dengan menggunakan nilai tukar saat ini, sedangkan persediaan, pabrik dan peralatan, ekuitas, harga pokok penjualan, dan depresiasi ditranslasikan pada nilai tukar historis yang terjadi pada saat transaksi. Ini berbeda dengan situasi di mana mata uang lokal digunakan sebagai mata uang fungsional. Dalam hal ini seluruh unsur ditranslasikan pada nilai tukar saat ini. (Van Horne, james C and John M.Wachowicz, 2005). Karena eksposur translasi ini berhubungan dengan arus kas perusahaan. maka semakin besar risiko dari eksposur translasi akan mengakibatkan tingkat likuiditas perusahaan akan meningkat dan perusahaan perlu untuk melakukan lindung nilai dalam meminimalkan risiko tersebut.

Eksposur Ekonomi atau Operasi
Eksposur ekonomi atau operasi adalah perubahan nilai suatu perusahaan yang mengiringi perubahan nilai tukar yang tidak diantisipasi. Perubahan nilai tukar yang diantisipasi telah tercermin dalam nilai pasar perusahaan. Jika kita melakukan bisnis di Jepang, antisipasinya adalah nilai tukar yen akan melemah terhadap dolar. Fakta melemahnya yen tidak akan mempengaruhi nilai pasar. Akan tetapi, jika melemahnya lebih besar atau lebih kecil dari yang diharapkan, nilai akan terpengaruh (Van Horne, james C and John M.Wachowicz, 2005).

Menurut Yuliati (2002) Eksposur ekonomi atau operasi adalah mengukur setiap perubahan pada nilai perusahaan sekarang yang disebabkan oleh perubahan aliran kas operasi, perubahan tersebut muncul karena adanya fluktuasi valas yang tidak terduga. Analisis eksposur ekonomi atau operasi bertujuan untuk mengetahui dampak dari perubahan kurs valuta asing (yang tak terduga) terhadap kegiatan operasi dan posisi bersaing perusahaan. Semakin tinggi eksposur operasi atau ekonomi yang dialami perusahaan, akan mempengaruhi arus kas perusahaan, yang akibatnya tingkat likuiditas perusahaan akan memingkat, sehingga perusahaan perlu melakukan hedging untuk meminimalkan risiko tersebut.

Eksposur Transaksi
Eksposur transaksi mencakup keuntungan dan kerugian yang terjadi ketika menyelesaikan transaksi dengan menggunakan mata uang asing. Transaksi ini dapat berupa pembelian atau penjualan produk, pemberian atau penerimaan pinjaman dana, atau transaksi lainnya yang melibatkan perolehan aktiva atau penanggungan kewajiban yang menggunakan mata uang asing. (Van Horne, james C and John M.Wachowicz, 2005). Eksposur transaksi dapat dilakukan melalui kontrak hedging (lindung nilai) dengan derivatif valuta asing (Madura, 2000). Semakin tinggi eksposur transaksi yang dialami perusahaan, akan mengakibatkan likuiditas perusahaan meningkat dan perusahaan perlu melakukan hedging untuk meminimalkan risiko tersebut.

No comments: