Penerimaan Kas
Penerimaan kas adalah
transaksi yang sering terjadi. Penerimaan kas berasal dari pendapatan jasa, penagihan
piutang, penerimaan bunga investasi, penjualan aktiva, dan berbagai sumber
pendapatan lainnya. Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem
Akuntansi bahwa berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem
penerimaan kas dari penjualan tunai mengharuskan :
1 Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus
segera disetor ke bank dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan
pihak lain selain kasir untuk melakukan internal
check.
2. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan
melalui transaksi kartu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit
dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.
Menurut Mulyadi dalam
bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menjelaskan bahwa penerimaan kas dari
penjualan tunai dibagi menjadi tiga prosedur berikut :
1.
Prosedur penerimaan kas dari over the
counter sales.
2.
Prosedur penerimaan kas dari cash on
delivery sales (COD sales).
3.
Prosedur penerimaan kas dari credit card
sales.”
Prosedur Penerimaan Kas
1. Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales.
Dalam penjualan tunai
ini, pembeli datang ke perusahaan, melakukan pemilihan barang atau produk yang
akan dibeli, melakukan pembayaran ke kasir, dan kemudian menerima barang yang
dibeli. Dalam over-the counter sales
ini, perusahaan menerima uang tunai, cek pribadi (personal check), atau pembayaran langsung dari pembeli dengan credit card, sebelum barang diserahkan
kepada pembeli.
2. Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sales)
Cash on delivery sales (COD sales) adalah transaksi penjualan yang melibatkan kantor pos, perusahaan angkutan
umum, atau angkutan sendiri dalam penyerahan dan penerimaan kas dari hasil
penjualan.
3. Prosedur penerimaan kas dari credit card sales.
Merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana penagihan bagi
penjual, yang memberikan kemudahan baik bagi pembeli maupun bagi penjual.
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menjelaskan
bahwa untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan, sistem penerimaan kas
dari piutang mengharuskan :
1.
Debitur
melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara pemindah bukuan melalui
rekening bank (giro bilyet). Jika perusahaan hanya menerima kas dalam bentuk
cek dari debitur, yang ceknya atas nama perusahaan (bukan atas unjuk), akan
menjamin kas yang diterima oleh perusahaan masuk ke rekening giro bank
perusahaan. Pemindahbukuan juga akan memberikan jaminan penerimaan kas masuk ke
rekening giro bank perusahaan.
2.
Kas yang
diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor ke bank dalam
jumlah penuh.
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menjelaskan
bahwa penerimaan kas dari piutang dapat dilakukan melalui berbagai cara, adalah
sebagai berikut :
1
Melalui penagihan perusahaan
2.
Melalui pos
3.
Melalui lock-box collection plan.”
Penjelasan lebih lanjut dari keterangan di atas adalah sebagai berikut :
1. Penerimaan kas dari piutang melalui penagihan
perusahaan dilaksanakan dengan prosedurberikut ini :
a. Bagian piutang memberikan daftar piutang yang
sudah saatnya ditagih kepada Bagian Penagihan.
b. Bagian Penagihan mengirimkan penagih, yang
merupakan karyawan perusahaan, untuk melakukan penagihan kepada debitur.
c. Bagian Penagihan menerima cek atas nama dan
surat pemberitahuan (remit-tance advice)
dari debitur.
d. Bagian Penagihan menyerahkan cek kepada
Bagian kasa.
e. Bagian Penagihan menyerahkan surat
pemberitahuan kepada Bagian Piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu
piutang.
f. Bagian Kasa mengirim kuitansi sebagai tanda
penerimaan kas kepada debitur.
g. Bagian Kasa menyetorkan cek ke bank,
setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement
oleh pejabat yang berwenang.
h. Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank
debitur.
2. Penerimaan kas dari piutang melalui pos
dilaksanakan dengan prosedur berikut ini :
a.
Bagian Penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat
transaksi penjualan kredit terjadi.
b. Debitur mengirim cek atas nama yang dilapisi
surat pemberitahuan melalui pos.
c. Bagian Sekretariat menerima cek atas nama
dan surat pemberitahuan (remittance
advice) dari debitur.
d. Bagian Sekretariat menyerahkan cek kepada
Bagian kasa.
e. Bagian Sekretariat menyerahkan surat
pemberitahuan kepada Bagian Piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu
piutang.
f. Bagian Kasa mengirim kuitansi kepada
debitur sebagai tanda terima pembayaran dari debitur.
3. Penerimaan kas dari piutang melalui lock-box collectionplan dilaksanakan
dengan prosedur berikut ini :
a.
Bagian Penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat
transaksi penjualan kredit terjadi.
b.
Debitur melakukan pembayaran utangnya pada saat faktur jatuh tempo dengan
mengirimkan cek dan surat pemberitahuan ke PO
Box di kota terdekat.
c. Bank membuka PO Box dan mengumpulkan cek dan surat pemberitahuan yang diterima
oleh perusahaan.
d. Bank membuat daftar surat pemberitahuan.
Dokumen ini dilampiri dengan surat pemberitahuan dikirimkan oleh bank ke Bagian
sekretariat.
e. Bank mengurus check clearing.
f. Bagian Sekretariat menyerahkan surat
pemberitahuan kepada Bagian Piutang untuk mengkredit rekening pembantu piutang
debitur yang bersangkutan.
g. Bagian Sekretariat menyerahkan daftar surat
pemberitahuan ke Bagian Kasa.
h. Bagian Kasa menyerahkan daftar surat
pemberitahuan ke Bagian Jurnal untuk dicatat di dalam jurnal penerimaan kas.
Siklus Pendapatan Penerimaan Kas dan Pembelian kas
Siklus pendapatan
adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait
yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan
menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di
tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai
Outline
- Aktivitas usaha umum dan operasi pemrosesan data
terkait
- Keputusan dalam siklus pemrosesan
- Pemahaman siklus pendapatan
- Identifikasi ancaman utama dalam siklus
pendapatan.
- Pemahaman model data (diagram REA) dalam siklus pendapatan
AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENDAPATAN
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan
informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke
para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut.
Tujuan utama siklus
pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat
dengan harga yang sesuai.
Aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan:
1.
Penerimaan
pesanan dari para pelanggan
- mengambil pesanan pelanggan
- Persetujuan kredit
- Memeriksa ketersediaan persediaan
- Menjawab permintaan pelanggan
2.
Pengiriman
barang
- Ambil dan pak pesanan
- Kirim pesanan
3.
Penagihan dan
piutang usaha
- Penagihan
- Pemeliharaan data piutang usaha
- Pengecualian : Penyesuaian rekening dan
penghapusan
- Penagihan kas
PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN, DAN PROSEDUR
Didalam siklus
pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang
memadai untuk memastikan bahwa tujuan2 berikut ini dicapai :
- Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
- Semua transaksi yang dicatat valid (benar2
terjadi)
- Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah
dicatat
- Semua transaksi dicatat dengan akurat
- Aset dijaga dari kehilangan ataupun pencurian
- Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan
efektif
Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada Entry Pesanan Penjualan
Ancaman
|
Prosedur
Pengendalian
|
1. Pesanan konsumen yang tidak lengkap atau tidak
akurat
|
edit checks pada entry data
|
2. Penjualan kredit kepada konsumen dengan kredit
yang jelek
|
Persetujuan kredit oleh manajer kredit, bukan fungsi penjualan; catatan
yang akurat pada saldo konsumen
|
3. Legitemasi pesanan
|
Tandatangan pada dokumen kertas, tandatangan digital dan sertifikat
digital pada e-business
|
4. Stockouts, carrying costs dan markdowns
|
Sistem pengendalian persediaan
|
Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGUMPULAN KAS
Ancaman
|
Prosedur
pengendalian
|
1. Pencurian kas
|
Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas;
pengaturan lockbox ; depositokan semua penerimaan; Rekonsiliasi periodik
laporan bank dengan catatan oleh orang yang tidak terkait dengan penerimaan
kas
|
Pengendalian Umum
Ancaman
|
Prosedur
pengendalian
|
1. Kehilangan Data
|
Backup dan prosedur disaster recovery; pengendalian
akses (fisik dan logik)
|
2. Kinerja yang buruk
|
Persiapan dan review laporan kinerja
|
Aktivitas bisnis siklus penerimaan : Pengiriman
Aktivitas dasar kedua dalam siklus penerimaan – penyiapan pesanan konsumen
dan pengiriman barang – terdiri atas 2 tahapan :
1.
Pengambilan
dan pengepakan pesanan
2.
Pengiriman
pesanan
Penagihan dan Piutang
Aktivitas dasar ketiga adalah :
1.
Penagihan pada
konsumen
2.
Update piutang
Pengumpulan Kas
Langkah keempat ini melibatkan:
1.
Penanganan
kiriman uang dari konsumen
2.
Depositokan
kiriman uang tsb ke bank
Langkah keempat ini melibatkan:
1.
Penanganan
kiriman uang dari konsumen
2.
Depositokan kiriman
uang tsb ke bank
Keputusan Penting dalam Siklus Penerimaan
Tujuan utama siklus penerimaan adalah menyediakan produk yang tepat pada
tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan pada harga yang tepat. Bagaimana
perusahaan mencapai tujuan ini?Untuk mencapai tujuan utama siklus penerimaan,
manajemen harus memutuskan keputusan penting berikut :
Keputusan Penting dalam Siklus Penerimaan
·
Sampai sejauh
mana dan haruskah produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen
tertentu?
·
Berapa banyak
persediaan yang harus tersedia, dan dimana persediaan itu harus ditempatkan?
Entry Pesanan Penjualan (Aktivitas 1)
1.
Fungsi entry
pesanan penjualan melibatkan 3 aktivitas:
·
Menanggapi
permintaan konsumen
- Pengecekan dan persetujuan kredit konsumen
- Pengecekan ketersediaan persediaan
Entry Pesanan Penjualan (Aktivitas 1)
- Bagaimanapun pesanan konsumen diterima, edit
checks berikut dibutuhkan:
- Validity checks
- Completeness test
- Reasonableness tests
- Persetujuan Kredit
- Otorisasi umum
- Limit kredit
- Otorisasi khusus
- Limit checks
Pengiriman(Aktivitas 2)
- Pekerja gudang
bertanggunjawab untuk memenuhi pesanan konsumen dengan menghilangkan
barang dari persediaan
- Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
- Penentuan metode pengiriman .
- in-house
- outsource
Penagihan dan Piutang (Aktivitas 3)
- 2 aktivitas dilakukan pada tahap siklus
penerimaan ini:
- Penagihan konsumen
- Memelihara rekening konsumen
- Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
- Penagihan yang akurat
Penagihan dan Piutang (Aktivitas 3)
- Jenis sistem penagihan:
- Pada sistem postbilling,
taghian disiapkan setelah konfirmasi bahwa barang sudah dikirimkan
- Dalam sistem prebilling,
tagihan disiapkan (tapi tidak dikirim) saat pesanan disetujui.
Persediaan, piutang, dan buku besar diupdate pada tahap ini.
Pengumpulan Kas (Aktivitas 4)
- 2 area yang terlibat dalam aktivitas ini :
- Kasir
- Fungsi Piutang
SIKLUS PENGELUARAN :
PEMBELIAN DAN
PENGELUARAN KAS
Siklus pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional
pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran
barang dan jasa
Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total
memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang
dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENGELUARAN
Tiga aktivitas bisnis dalam siklus pengeluaran :
1. Memesan barang, perlengkapan,
dan layanan
a. Permintaan pembelian
b. membuat pesanan pembelian
c. meningkatkan efisiensi dan efektivitas
2. Menerima dan menyimpan barang,
perlengkapan dan layanan
a. meningkatkan
efisiensi dan efektivitas
3. Membayar barang, perlengkapan
dan layanan
a. Menyetujui faktur penjualan dari vendor
untuk dibayar
AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENDAPATAN
Empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :
- Penerimaan pesanan dari para pelanggan
- mengambil pesanan pelanggan
- Persetujuan kredit
- Memeriksa ketersediaan persediaan
- Menjawab permintaan pelanggan
- Pengiriman barang
- Ambil dan pak pesanan
- Kirim pesanan
- Penagihan dan piutang usaha
- Penagihan
- Pemeliharaan data piutang usaha
- Pengecualian ( Penyesuaian rekening dan
penghapusan )
- Penagihan kas
1.
MENERIMA
PESANAN
Setelah tabel pelanggan dan persediaan diperbaharu, maka pesanan oleh
pelanggan baru dan pesanan untuk barang persediaan baru dapat dicatat.
- Manajer toko mengrim pesana dengan detail seluruh
buku, misalnya ISBN,pengarang,judul, tahun terbit, dan jumlah.
- Petugas pencatatan pesanan memasukkan data
pesanan ke dalam komputer. Sistem kompiter memeriksa apakah pesanan adalah
dari pelanggan lama, jika pesanan adalah pelanggan baru,maka petugas
membuat record pelanggan di tabel pelanggan. Kemudian sistem akan
memeriksa untuk menentukan apakah persedian ada.
- Informasi pesanan dicatat di tabel pesanan dan
perincian_pesanan oleh sistem komputer.
- Sistem komputer juga memperbarui field
jumlah_di_tangan di tabel persediaan.
- Petugas mencetak dua salinan pesanan penjualan.
Petugas mengirimkan satu salinan pesanan penjualan ke gudang sebagai slip
pengambilan.Salinan kedua bertindak sebagai slip pengepakan dan dikirimkan
ke departemen pengiriman.
2. MENGAMBIL BARANG
- karyawan menggunakan slip pengambilan gudang
untuk mencari barang-barang yang akan si ambil.
- Kemudian mencatat jumlah yang sebenarnya yang
terdapat pada slip penggambilan, dan mengirimkan barang tsb ke departemen
pengiriman.
3. PENAGIHAN DAN PIUTANG USAHA
1. Aakhir hari, petugas piutang menelaah slip
pengepakan dan konsumen yang diberikan oleh pengirim serta membandingkannya
dengan record pengiriman.Petugas akan memeriksa untuk memastikan bahwa seluruh
slip pengepakan yang diterima pada daftar pengiriman yang belum tertgih.
2. Pelanggan menerima faktur atau rekening
pelanggan dan menyobek potongan faktur.
3. Salinan data tersebut diserahkan ke
masing-masing bagian dengan nota pengiriman uang.
Menerima Kas ( E5 )
Menjelaaskan proses penerimaan sebagai berikut:
1.
Pelanggan
menerima faktur atau rekening pelanggan dan menyobek potongan faktur yang
memasukkan pelanggan # maupun jumlah faktur ( faktur ) yang belum dibayar.
Pelanggan mengirimkan potongan tersebut ( juga dikenal sebagai nota pengiriman
uang ) bersama dengan cek.
2.
Bersama dengan
karyawan lainnya, petugas surat membuka surat setiap hari serta mengambil cek
dan nota pengiriman uang.
3.
Dua salinan
daftar nota pengiriman uang, yang menunjukkan pelanggan# dan jumlah yang
dibayar oleh setiap pelanggan, dibuat , dengan total dibagian bawah. Satu
salinan diserakkan ke kasir dengan cek, dan salinan lainnya diserahkan ke
petugas piutang usaha dengan nota pengiriman uang.
Mencatat Penerimaan ( E6 )
Mencatat penerimaan
kas dan mengurangi saldo pelanggan merupakan tanggung jawab petugas piutang
usaha:
Petugas pitang usaha mengirimkan ke setiap pelanggan kredit untuk
pembayaran dengan mencatat penerimaan kas ditabel penerimaan kas dan perincian
penerimaan kas. Petugas membandingkan total di jurnal penerimaan kas dengan
daftar nota pengiriman uang. Jika sama, petugas memposting batch tersebut,
yang memperbarui saldo tertagih di rekening pelanggan dan menambahkan record
ke tabel transfer buku besar.
Setiap penerimaan petugas memilih menu D6 pada menu siklus pendapatan untuk
mencetak jurnal penerimaan kas ( cash receipts journal ), petugas
memerintahkan sistem untuk hanya mencetak penerimaan kas yang belum di
posting saja. Jadi, daftar tersebut hanya akan memasukkan penerimaan kas
yang baru yang telah terjadi sejak saat terakhir jurnal penerimaan kas di cetak
dan record penerimaan kas di posting.
Memposting Record
Sejak jurnal penerimaan kas dicetak dan ditelaah, waktunya untuk memposting
record penerimaan kas. Ketika pengguna memilih C1 dari menu siklus pendapatan,
operasi berikut ini akan terjadi :
1.
Record penerimaan kas dimodifikasi dengan menempatkan tanggal sekarang di field
tgl post. Saldo tertagih direcord tabel induk pelanggan berkurang ( tidak
ditunjukkan ).
2.
Record faktur yang ditunjukkan dimodifikasi dengan mencatat jumlah yang dibayar. Field
tgl post ditabel faktur penjualan adalah tanggal posting faktur, bukan
tanggal posting penerimaan kas.
3.
Record ditambahkan ke tabel transfer buku besar yang akan digunakan untuk
memperbarui akun buku besar ketika buku besar diposting. Kredit dicatat sebagai
angka negatif.
Menyetorkan Kas ( E7 )
Pada akhir hari, kasir menyiapkan penyetoran . untuk membuat record setoran
dan mencetak slip setoran, kasir memilih menu B5. Jika kasir memilih save,
record setoran dibuat, dan record penerimaan kas dimodifikasi untuk
menunjukkan setoran# sebagaimana ditampilkan. Slip setoran kemudian di cetak.
Tabel setoran tidak
digunakan untuk memperbarui akun kas di buku besar. Ini dilakukan dengan
memposting informasi di tabel transfer buku besar ke tabel induk buku besar.
Meskipun record setoran tidak memiliki pengaruh langsung terhadap buku besar,
ini merupakan record penting karena digunakan pada rekonsiliasi bank.
Record setoran juga
sangat berguna sebagai jejak audit. Setoran # pada record setoran memungkinkan
auditor untuk mencari penerimaan kas tertentu yang telah disetorkan, dan
penerimaan kas dapat ditelusuri ke faktur penjualan asli. Melalui proses ini
jumlah penjualan didukung oleh informasi setoran di bank.
Merekonsiliasi Kas
Pengandalian yang diberikan oleh pembendingan periodik lainnya
Selain pembandingan harian dari total penerimaan kas dengan slip setoran,
pembandingan yang cukup sering lainnya dapat dilakukan untuk meningkatkan
pengendalian internal. Ada 2 pembandingan antara lain:
·
Pembandingan
slip setoran dengan komunikasi dari bank. Ini menyebabkan penemuan kesalahan
oleh kasir atau kesalahan oleh bank,
·
Membandingkan
laporan buku besar piutang usaha dengan saldo piutang usaha dibuku besar.
Aktivitas Bulanan
Beberapa aktivitas
pelaporan dan pemrosesan dilakukan secara periodic, dalam banyak kasus setiap
bulan. Elerbe melakuakn operasi berikut ini disetiap akhir bulan.
·
Mengirim
rekening pelanggan. Penerimaan kas dari
merupakan hasil langsung dari pengirim faktur dan pelanggan. Elerbe mengirim
rekening ke pelanggannya dengan harapan bahwa pelanggan akan membaca rekening
tersebut dan membayar faktur terdftar yang belum dibayar. Elerbe tidak
menentukan biaya pendanaan pada pelanggannya. Pelanggannya terutama merupakan
took buku yang sering kali lambata membayar, tetapi jarang atau gagal membayar.
Tidak ada satu pun pesaing Elerbe yang menentukan biya pendanaan sehingga
meskipun Elerbe menentukan biaya pendanaan, sehingga meskipun Elerbe
menginginkanannya, maka tidak akan kompetitif. Namun apabila jumlah pelanggan
meningkat, Elerbe harus menempatkan pelanggan pada siklus 4 mingguan.
Sebagaimana akan dijelaskan secara singkat terdapat 2 jenis rekening
pelanggan: terdapat 2 jenis rekening pelanggan: open item dan balanced
forward.
·
Mencetak
laporan umur utang piutang usaha. Sekali
sebualn, manajer kredit mencetal laporan umur terinci yang menunjukkan saldo
pelanggan dan faktur-faktur yang belum dibayar. Laporan mengorganisasikan saldo
menurut sejumlah waktu dimana fatur tersebut jatuh tempo (1-30 hari, 31-60
hari, 61- 90 hari, dan > 90 hari). Laporan umur piutang usaha atau
laporan lainnya yang mendaftar semua faktur yang belum dibayar, menyediakan
jejak audit bagi auditor yang sedang berupaya untuk memverifikasi jumlah
piutang usaha yang dilaporkan pada neraca. Total di bagian bawah laporan umur
piutang harus sesuai dengan saldo piutang usaha si buku besar.
·
Menghapus
record. Record historis dan
yang tidak diperlukan diakumulasikan sampai dimana record tersebut memakan
ruang penyimpanan online yang terbatas dan memperlambat proses seperti menambah
record ke basis data dan memperbarui field ringkasan. Kita gunakan istilah
menghapus untuk mengartikan penghapusan record sistematis. Karena perusahaan
mungkin memiliki ribuan pelanggan dengan ribuan record pesanan penjualan,
pengirirman, faktur dan penerimaan kas, maka perusahaan perlu membersihkan
ruang online yang digunakan record yang tidak lagi diperlukan.
Sampai dimana record faktur dapat dihapus tergantung pada apakah perusahaan
menggunakan system open item atau balance forward.
Sistem Open Item
Aturan untuk system open item adalah sbb: semua record untuk faktur yang
belum dibayar harus disimpan secara online. Faktur-faktur yang telah dibayar
tidak perlu disimpan secara online kecuali jika dibayar bulan sekarang. Salah
satu variasi logis pada aturan ini adalah kebijakan untuk tidak menghapus
record faktur yang dibayar sampai cek pelanggan dkliring oleh bank.
Menghapus apabila digunakan system open item tidak ada faktur yang dibayar
yang muncul pada rekening, kecuali untuk faktur-faktur yang dibayar selama
periode rekening. Oleh karena itu, record yang berkaitan dengan faktur yang
dibayar dapat diarsipkan dan kemudian dihapus meliputi record faktur Penjualan,
perincian B/B, faktur penjualan, perincian pengririman, dan perincian pesanan.
Dalam hal ini, semua record harus tetap online sampai disisi pesanan dipenuhi
atau dibatalkan.
System Balance Forward
Sekarang asumsikan bahwa Elerbe menggunakan system balance forward bukan
system open item. Baik rekening pelanggan menurut open item dan balance forward
menunjukkan saldo tertagih yang sama. Akan tetapi, rekening pelanggan menurut
system balance forward untuk bulan juni menunjukkan perincian jumlah yang
dipindahkan dari bulan mei. Pelanggan mungkin tidak yakin apa yang ditunjukkan
oleh rekenin ini. Pelanggan komersial (sector bisnis) biasanya meminta rekening
open item karena menyiapkan dokumentasi transaksi yang lebih baik. Pelanggan
biasanya menerima rekening balance forward.
Menghapus dan Memperbarui didalam system balance forward. System balance forward dapat sangat mengurangi jumlah detail yang harus
dipelihara perusahaan secara online. Setelah rekening pelanggan dicetak, field
balance forward di record pelanggan diperbarui dan record faktur dan pembayaran
terinci tidak lagi diperlukan online. Record transaksi dapat dipersiapkan ke
penyimpanan offline dan kemudian dihapus dari peyimpanan online.
Sistem Forward untuk Modul Akuntansi Lainnya
Buku Besar
Semua aplikasi buku
besar menggunakan pendekatan balance forward. Sebagai contoh, apabila proses
pembersihan (purging) dilakukan setiap tahun, neraca saldo kapanpun selama
tahun 2006 akan menunjukkan saldo awal untuk kas pada 1 januari 2006 dan semua
transaksi kas untuk tahun tersebut. Saldo awal 1 Januari 2006 akan disimpan di
filed balance forward pada record induk buku besar untuk kas. Detail transaksi
2006 akan disimpan pada record pembayaran kas dan penerimaan kas yang dibuat
selama 2006.
Rekening Bank
Bank Anda menggunakan system balance forward untuk memelihara jejak saldo
pelanggan. Rekening Bank Anda dimulai dengan balance forward dari rekening
bulan lalu, kemudian menunjukkan semua transaksi bulan ini.
Jenis Lain Siklus Pendapatan
Pembayaran Tunai
Berdasarkan system pembayaran tunai (cash and carry system) pelanggan
memasuki toko, mengambil produk yang dikehendaki, membawanya ke kas dan
membayar tunai. Tidak ada pesanan pelanggan yang dilacak dan tidak perlu
menagih pelanggan atau melacak berapa utang mereka. Dengan sangat sedikitnya
record akuntansi yang diperlukan dan sedemikian banyak kas yang diterima selama
hari itu, maka terdapat resiko yang cukup besar bahwa kas bisa saja dicuri oleh
perampok atau seseorang di perusahaan. Untuk mini market, dimana hanya satu
karyawan yang menjalankan operasi pada suatu waktu tertentu, karyawan yang
menangani kas juga merupakan seseorang yang mencatat transaksi pada register
kas. Salah satu pengendalian paling penting padaoperasi pembayaran tunai adalah
register kas. Setiap penjualan harus dicatat dengan memasukkan pada register
kas dan memberikan tanda bukti penerimaan dan pengembalian. Apabila karyawan
mengambil uang dari pelanggan tanpa mencatat penjualan, maka karyawan tersebut
dapat saja menyimpan uang karena tidak ada record bahwa uang tersebut telah
diterima.
Penjualan dengan kartu Kredit
Penjualan dengan kartu kredit memberikan manfaat yang sama dengan penjualan
tunai. Peritel memiliki resiko yang sangat sedikit, dan kas dari penjualan
dengan kartu kredit diterima dalam beberapa hari. Kelemahannya adalah biaya
atas layanan tersebut, yang dapat berkisar antara 1,5 sampai 3 persen dari penjualan.
Sedikit biaya per transaksi juga dibebankan oleh bank pedagang. Selain itu,
terdapat beban “rekening” bulanan. Banyak penyedia layanan peritel dan konsumen
yang tidak mampu bersaing tanpa kartu kredit. Toko serba ada, hotel,
penerbangan dan restoran adalah contoh-contohnya.
No comments:
Post a Comment