Menurut
Sulistiawan (2007:4), pencatatan transaksi organisasi nirlaba dari penerimaan
kas, pengeluaran kas, pembelian, penjualan produk/jasa, penyusutan dan
transaksi reguler lainnya tidak ada perbedaan dengan organisasi bisnis, namun
yang membuat berbeda adalah organisasi nirlaba. Tidak ada pihak yang menjadi
pemilik, sehingga tidak ada transaksi yang berhubungan dengan
penjualan/perubahan kepemilikan, atau tidak adanya alokasi dana/sumber daya
hasil likuidasi (pembubaran organisasi) kepada orang-orang tertentu.
Menurut (Mahsun, 2011:185)
menjelaskan bahwa laporan keuangan yayasan memiliki karakteristik sebagai
berikut:
1.
Sumber
daya yayasan bersal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran
kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang
diberikan.
2.
Menghasilkan
barang dan jasa tanpa bertujuan memupuk laba dan kalau suatu yayasan
menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri
atau pemilik yayasan tersebut.
3.
Tidak
ada kepemilikan dalam arti bahwa kepemilikan tidak dijual, dialihkan, atau
ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian
sumber daya yayasan pada saat likuidasi.
No comments:
Post a Comment