Monday, January 9, 2017

Pengaruh Likuiditas Terhadap Probabilitas Penggunaan Instrumen Derivatif sebagai pengambilan keputusan hedging.


Rasio ini sering digunakan oleh perusahaan maupun investor untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Kewajiban tersebut bersifat jangka pendek. Kewajiban jangka pendek itu seperti, membayar tagihan listrik, gaji pegawai, atau hutang yang telah jatuh tempo. Rasio likuiditas jangka pendek perusahaan tersebut dapat diproksikan dengan Rasio Kas (Cash Ratio) dan current ratio. Rasio Kas (Cash Ratio) dan current ratio yang tinggi dari suatu perusahaan akan mengurangi ketidakpastian bagi investor, yang mengindikasikan adanya dana menganggur (idle cash) sehingga akan mengurangi tingkat profitabilitas perusahaan, (Priharyanto, (2009). 

Hal ini akan mempengaruhi aliran kas jangka pendek perusahaan, apabila pembayaran transaksi dilakukan dengan menggunakan denominasi kurs valuta asing, nilainya akan lebih besar apabila valuta asing mengalami apresiasi terhadap mata uang domestik, sehingga risiko meningkat. Dengan demikian semakin tinggi nilai likuiditas maka semakin rendah aktivitas hedging yang dilakukan karena risiko kesulitan keuangan yang muncul cenderung rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Clark and Judge (2005) dan Ahmad (2012).

H4 = Rasio Kas (Cash Ratio) atau Liquidity Ratio (LIQ1) berpengaruh negatif terhadap keputusan hedging derivatif.

H5 = Current ratio (LIQ2) berpengaruh negatif terhadap keputusan hedging derivatif.

No comments: