Menurut IAI (2011:45.3),
definisi
istilah dalam akuntansi yayasan adalah:
1.
Pembatasan permanen adalah
pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh penyumbang agar sumber
daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi entitas nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagian atau
semua penghasilan atau manfaat ekonomi
lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut.
2.
Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan
sumber daya oleh penyumbang yang
menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan
tertentu.
3.
Sumber daya terikat adalah
sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen
atau temporer.
4.
Sumber daya tidak
terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi
untuk tujuan tertentu oleh penyumbang.
IAI (2011:45.5) menjelaskan laporan keuangan organisasi non profit seperti yayasan meliputi
laporan posisi keuangan pada akhir periode pelaporan, laporan aktivitas serta
laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan, dan catatan atas laporan
keuangan.
1.
Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah setiap kelompok
aktiva bersih berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang, yaitu
terikat secara permanen, terikat secara temporer dan tidak terikat. Informasi
mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau temporer akan
diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan atau
catatan atas laporan keuangan. Organisasi
nirlaba dianjurkan untuk menyediakan informasi yang paling relevan dan paling
mudah dipahami dari sudut pandang penyumbang, kreditur dan pemakai lainnya.
Berikut ini disajikan contoh laporan posisi keuangan untuk
organisasi nirlaba. Contoh ini dapat berbeda dari kondisi yang terdapat dalam
organisasi nirlaba lainnya.
Organisasi Nirlaba
Laporan Posisi Keuangan
2.
Laporan Aktivitas
Laporan
aktivitas difokuskan pada yayasan secara keseluruhan dan menyajikan perubahan
jumlah aktiva bersih selama suatu periode. Perubahan aktiva bersih dalam
laporan aktivitas akan tercermin pada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan
posisi keuangan. Informasi dalam laporan aktivitas yang digunakan bersama
dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu
pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali, anggota,
kreditur dan pihak lain untuk mengevaluasi kinerja dalam suatu periode, menilai
upaya, kemampuan dan kesinambungan entitas nirlaba serta memberikan jasa dan
menilai pelaksanaan tanggung jawab kinerja pengurus.
Contoh laporan aktivitas untuk organisasi nirlaba adalah sebagai berikut:
Organisasi Nirlaba
Laporan Aktivitas
Untuk tahun berakhir pada 31
Desember 20XX
Gambar 2.2 Contoh Laporan Aktivitas (IAI, 2011:45.15)
3.
Laporan Arus Kas
IAI
(2011:45.11) menjelaskan tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan
informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.
Klasifikasi penerimaan dan pengeluaran kas aktifitas pendanaan adalah:
a.
Penerimaan kas dari
pemberi sumber daya tidak mengharapkan pembayaran kembali yang penggunaannya
dibatasi dalam jangka panjang.
b.
Penerimaan kas dari
pembeli sumber daya dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk
pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aset tetap atau peningkatan dana
abadi.
c.
Bunga dan dividen
yang dibatasi penggunaannya dalam jangka panjang.
Entitas
menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2012. Contoh laporan arus kas
metode langsung untuk organisasi nirlaba adalah sebagai berikut:
Organisasi Nirlaba
Laporan Arus Kas
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20XX
Gambar
2.3 Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung (IAI, 2011:45.22)
4.
Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas
laporan keuangan memuat estimasi dan penilaian akuntansi. Catatan tersebut
berisi informasi tambahan dan juga informasi mengenai hal-hal yang tidak
terdapat dalam laporan keuangan.







No comments:
Post a Comment