Monday, January 9, 2017

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 Pelaporan Keuangan Organisasi Non Profit


Menurut IAI (2011:45.3), definisi istilah dalam akuntansi yayasan adalah:
1.   Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi entitas nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut.
2.      Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu.
3.      Sumber daya terikat adalah sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau temporer.
4.      Sumber daya tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang.

IAI (2011:45.5) menjelaskan laporan keuangan organisasi non profit seperti yayasan meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode pelaporan, laporan aktivitas serta laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan, dan catatan atas laporan keuangan.
1.      Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah setiap kelompok aktiva bersih berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang, yaitu terikat secara permanen, terikat secara temporer dan tidak terikat. Informasi mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau temporer akan diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan. Organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyediakan informasi yang paling relevan dan paling mudah dipahami dari sudut pandang penyumbang, kreditur dan pemakai lainnya.
Berikut ini disajikan contoh laporan posisi keuangan untuk organisasi nirlaba. Contoh ini dapat berbeda dari kondisi yang terdapat dalam organisasi nirlaba lainnya.

Organisasi Nirlaba
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 20XX  
   Gambar 2.1 Contoh Laporan Posisi Keuangan (IAI, 2011:45.13)


2.   Laporan Aktivitas
Laporan aktivitas difokuskan pada yayasan secara keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama suatu periode. Perubahan aktiva bersih dalam laporan aktivitas akan tercermin pada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Informasi dalam laporan aktivitas yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali, anggota, kreditur dan pihak lain untuk mengevaluasi kinerja dalam suatu periode, menilai upaya, kemampuan dan kesinambungan entitas nirlaba serta memberikan jasa dan menilai pelaksanaan tanggung jawab kinerja pengurus.
Contoh laporan aktivitas untuk organisasi nirlaba adalah sebagai berikut: 

Organisasi Nirlaba
Laporan Aktivitas
Untuk tahun berakhir pada 31 Desember 20XX
 

 Gambar 2.2 Contoh Laporan Aktivitas (IAI, 2011:45.15)

3.   Laporan Arus Kas
IAI (2011:45.11) menjelaskan tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Klasifikasi penerimaan dan pengeluaran kas aktifitas pendanaan adalah:
a.       Penerimaan kas dari pemberi sumber daya tidak mengharapkan pembayaran kembali yang penggunaannya dibatasi dalam jangka panjang.
b.      Penerimaan kas dari pembeli sumber daya dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aset tetap atau peningkatan dana abadi.
c.       Bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya dalam jangka panjang.

Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Contoh laporan arus kas metode langsung untuk organisasi nirlaba adalah sebagai berikut: 

Organisasi Nirlaba
Laporan Arus Kas
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20XX
 
 
   Gambar 2.3 Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung (IAI, 2011:45.22)

4.   Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan memuat estimasi dan penilaian akuntansi. Catatan tersebut berisi informasi tambahan dan juga informasi mengenai hal-hal yang tidak terdapat dalam laporan keuangan.

No comments: