1. Activity Based Management
ABM adalah proses manajemen yang digunakan menyediakan informasi oleh suatu
dasar aktivitas atas dasar analisis biaya untuk mengembangkan keuntungan
organisasi.
ABM mencakup pembuatan keputusanberikut :
1. Modifikasi harga,
bauran produk, dan bauran pelanggan
2. Meningkatkan hubungan
dengan pemasok dan pelanggan
3. Meningkatkan
rancangan produk dan jasa
4. Membuat aktivitas
lebih efisien
5.
Mengurangi kebutuhan untuk membentuk aktivitas yang tidak perlu dan yang
tidak menciptakan nilai pelanggan
2. Manfaat ABM dan ABC
Terutama bermanfaat jika operasi
bersifat kompleks dengan jenis produk banyak dan proses pemanufakturan atau
tahapan – tahapan dalam penyediaan jasa banyak atau kompleks.
3. Pentingnya ABM
Permintaan akan informasi akuntansi manajemen yang akurat dan relevan telah
menyebabkan konsep activity based management (ABM).
ABM adalah suatu sistem yang luas, pendekatan terintegrasi yang memfokuskan
perhatian manajemen pada aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai pelanggan
dan keuntungan. ABM mengutamakan kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas (ABC =
Activity Based Costing) dan analisis
proses nilai.
4. Proses Pabrikasi dalam ABM Mempunyai 4
Kategori Aktivitas
1. Aktivitas
berlevel unit adalah aktivitas yang dilakukan untuk memproduksi setiap satu
unit produk. Contohnya, pemakaian bahan, pemakaian jam kerja langsung,
memasukkan komponen, inspeksi setiap unit, dan aktivitas menjalankan mesin.
2. Aktivitas
berlevel Batch adalah aktivitas yang dilakukan untuk batch atau kelompok produk.
3. Aktivitas
pendukung produk adalah aktivitas yang dilakukan untuk mendukung produksi
produk yang berbeda.
4. Aktivitas pendukung fasilitas adalah aktivitas yang
dilakukan untuk mendukung produksi produk secara umum. Contoh :
Aktivitas Level Driver
Pembelian bahan Unit Biaya bahan
Tenaga kerja langsung Unit Biaya tenaga langsung
Operasi mesin Unit Jam mesin
Setup Batch Jam setup
Pesanan produk Batch Jumlah pesanan
Penanganan bahan
Batch Jumlah muatan
5. Kalkulasi
biaya Produk
Sistem biaya berdasarkan aktivitas, pertama-tama menelusuri biaya aktivitas
dan kemudian ke produk. Karena itu sistem ABC juga merupakan proses dua tahap,
tetapi pada tahap pertama hanya menelusuri biaya overhead ke aktivitas bukan ke
unit organisasi, seperti pabrik atau departemen. Baik dalam sistem ABC maupun
tradisional, tahap kedua meliputi pembebanan biaya ke produk.
1. Prosedur
tahap pertama :
Pada tahap ini memberikan lima hasil :
a. Identifikasi aktivitas
b. Biaya – biaya dibebankan ke aktivitas
c. Aktivitas yang berkaitan dikelompokkan untuk membentuk kumpulan aktivitas
d. Biaya aktivitas yang dikelompokkan, dijumlahkan untuk
mendefinisikan kelompok
e. Tarif (overhead) kelompok dihitung
2. Prosedur tahap kedua
Menghasilkan rumusan atau formula pembebanan overhead dari setiap
kelompok biaya kepada setiap produk sebagai berikut.
Overhead dibebankan (pada suatu produk) = Tarif
kelompok x unit penggerak yang dikonsumsi produk
6 Activity Based Costing
Activity Based Costing (ABC), suatu prosedur yang menghitung biaya objek
seperti produk, jasa, dan pelanggan. ABC pertama-tama membebankan biaya sumber
daya ke aktivitas yang di bentuk oleh organisasi.
Objek Biaya
dan Cost Driver (pemicu daya)
1 Objek biaya merupakan sesuatu atau
aktivitas dimana biaya diakumulasikan.
2. Empat jenis objek biaya adalah:
a. Produk atau kelompok produk yang saling
berhubungan.
b. Jasa.
c. Departemen (teknik,dan sumber daya manusia)
d. Proyek,seperti penelitian,promosi pemasarana
atau usaha jasa.Cost driver merupakan
faktor-faktor yang mempunyai efefk terhadap perubahan level biaya total untuk
suatu obyek biaya.
3. Cost driver merupakan faktor-faktor yang
mempunyai efek terhadap perubahan level biaya total untuk suatu objek biaya.
7 . Tujuan
dan Peranan ABC
Tujuan ABC digunakan untuk meningkatkan akurasi analisis biaya dengan
memperbaiki cara penelusuran biaya ke objek biaya.
Peranan sistem ABC
1. Pembebanan
biaya tidak langsung dan biaya pendukung
2. Pembebanan biaya dan alokasi biaya: Biaya
langsung dan tidak langsung.
Pembebanan biaya merupakan proses pembebanan biaya ke
dalam cost pool atau dari cost objecks. Biaya langsung dapat ditelusuri secara
langsung ke cost atau cost object secara mudah dan dapat dihubungkan secara
ekonomi. Biaya tak langsung tidak dapat ditelusuri secara mudah, sulit
dihubungkan secara ekonomi dari biaya atau cost pool ke cost pool atau objek
biaya.
8. Cost
Driver, Cost Pool, dan Cost Objects
Biaya terjadi jika sumber daya digunakan untuk tujuan tertentu.
Kadang-kadang biaya dikumpulkan ke dalam
kelompok tertentu, yang disebut cost pool.
Cost objects atau objek biaya adalah produk, jasa atau unit organisasi di
mana biaya dibebankan untuk beberapa tujuan manajemen.
Cost driver digunakan untuk menghitung biaya sumber dari setiap unit
aktivitas.
KESIMPULAN
Pada
dasarnya terdapat keterkaitan antara ABM dan ABC.Keterkaitannya adalah ABC
memfokuskan perhatian pada aktivitas dalam mengalokasikan biaya overhead pada
produk sedangkan ABM lebih memfokuskan perhatiannya pada pengaturan
aktivitas-aktivitas untuk mengurangi biaya. Meskipun terdapat keterkaitan
antara keduanya akan tetapi ada beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan
melalui teori ABC ini yaitu mengenai penganalisisan aktivitas untuk
mengeliminasi aktivitas tidak bernilai tambah (non value added activities) dan
mengoptimalkan aktivitas bernilai tambah pada suatu perusahaan.
No comments:
Post a Comment