Monday, January 9, 2017

Sistem Akuntansi

1.  Pengertian Sistem
Definisi sistem banyak di kemukakan para ahli dengan rumusan yang berbeda-beda meskipun mengundang maksud yang sama. Menurut Anthony dan Govindarajan (2012:7), suatu sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas. Sistem memiliki karakteristik berupa rangkaian langkah-langkah yang berirama, terkoordinasi dan berulang yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sedangkan menurut Hutahaean (2014:2), sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu bagian yang saling berkaitan, bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan.


2.  Teori Sistem Akuntansi
Menurut Bastian (2006:208), istilah sistem secara umum berarti suatu kesatuan atau entitas yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan. Akuntansi merupakan suatu istilah yang terkait dengan tugas-tugas pengorganisasian dan pelaporan data keuangan. Dalam penyelenggaraan data keuangan tersebut, diperlukan mekanisme sistematis yang melibatkan beraneka ragam komponen data dan sumber daya. Adanya mekanisme, komponen dan sumber daya inilah yang membuat orang biasa menyebutnya sebagai sistem akuntansi.
Menurut Mulyadi (2014:3), sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang memudahkan manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Dari definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem akuntansi di buat untuk memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi guna memudahkan pengelolaan keuangannya.

3.      Unsur-unsur Sistem Akuntansi
Unsur-unsur yang terdapat dalam suatu sistem akuntansi saling berkaitan satu sama lain, sehingga dapat dilakukan pengolahan data mulai dari awal transaksi sampai dengan pelaporan yang dapat dijadikan sebagai informasi akuntansi. Dalam suatu sistem akuntansi, terdapat unsur-unsur pokok, seperti yang dikemukakan oleh Mulyadi (2014:3), unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah formulir, jurrnal, buku besar, buku pembantu dan laporan.
a.       Formulir
Formulir memegang peran penting dalam sistem akuntansi. Formulir digunakan untuk menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis, merekam data transaksi bisnis, mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan dan untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain di dalam organisasi atau ke organisasi lain. Dengan menerapkan formulir pada yayasan, diharapkan akuntabilitas dalam hal pelaporan keuangan lebih transparan dan mencerminkan kinerja yang sebenarnya.
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Menurut Mulyadi (2014:80), formulir dapat digolongkan menurut:
1)      Sumbernya
Menurut sumbernya dibedakan menjadi tiga yaitu formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan. Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam perusahaan. Contoh: surat permintaan pembelian, memo kredit, kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.
Kedua, formulir yang dibuat dan dikirimkan kepada pihak luar perusahaan. Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan. Contoh: faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian. Ketiga, formulir yang diterima dari luar perusahaan. Formulir ini diterima dari pihak luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan pihak luar. Contoh: faktur pembelian, surat order dari pembeli, rekening koran bank.
2)      Tujuan Penggunaannya
Menurut tujuan penggunaannya dibedakan menjadi dua yaitu formulir yang dibuat meminta dilakukannya suatu tindakan. Contoh: surat permintaan pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di bagian gudang.
Kedua, Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan. Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah dilaksanakan. Contoh: formulir laporan penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data barang yang diterima dari pemasok). Contoh lain: faktur penjualan, faktur pembelian, kartu jam kerja, dll.
3)      Bagian-bagian Formulir
Menurut Nuraisyah (2015:176), bagian-bagian formulir adalah:
a)   Bagian kepala, berisi nama lembaga, alamat, nomor telepon.
b)   Bagian tubuh, berisi keterangan yang harus diisi seperti nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, agama, pendidikan, alamat, keterangan lain.
c)   Bagian ekor, berisi tempat dan tanggal pengisisan, tanda tangan dan nama jelas pengisi.
b.      Jurnal
Menurut Mulyadi (2014:4), jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Sumber dari pencatatan dalam jurnal adalah formulir. Dalam jurnal, data keuangan untuk pertama kalinya digolongkan dalam akun-akun dan dimasukkan dalam kolom debet atau kredit.
c.       Buku Besar
Menurut Mulyadi (2014:4), buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah di catat sebelumnya dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar akan disajikan dalam laporan keuangan.
d.      Buku Pembantu
Menurut Sujarweni (2015:6), buku pembantu (subsidiary ledger) berfungsi untuk membantu merinci akun yang ada di buku besar. 
e.       Laporan
Menurut Sujarweni (2015:7), hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi yang digunakan suatu organisasi dalam pengambilan keputusan guna mencapai tujuan organisasi. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor komputer.

4.      Simbol untuk Membuat Bagan Alir Dokumen
Untuk menjelaskan sistem akuntansi yang digunakan yayasan, baik itu sistem akuntansi pokok, penjualan, penerimaan kas, pembelian, pengeluaran kas, persediaan dan penggajian dapat menggunakan bagan alir dokumen atau document flowchart. Menurut Sujarweni (2015:26), simbol-simbol dalam document flowchart adalah sebagai berikut:

a.       Flow Direction Symbols, digunakan untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain disebut juga connecting line.


b.       Processing Symbols, menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses/prosedur.
 

c.       Input/Output Symbols, menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.
 

No comments: