1.
Pengertian Sistem
Definisi sistem
banyak di kemukakan para ahli dengan rumusan yang berbeda-beda meskipun
mengundang maksud yang sama. Menurut Anthony dan Govindarajan (2012:7), suatu sistem
merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu
atau sekelompok aktivitas. Sistem memiliki karakteristik berupa rangkaian
langkah-langkah yang berirama, terkoordinasi dan berulang yang dimaksudkan
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sedangkan menurut Hutahaean (2014:2), sistem
adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat
disimpulkan bahwa sistem adalah suatu bagian yang saling berkaitan, bekerja
bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan.
2. Teori Sistem Akuntansi
Menurut Bastian (2006:208), istilah
sistem secara umum berarti suatu kesatuan atau entitas yang terdiri dari
bagian-bagian yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu atau
lebih tujuan. Akuntansi merupakan suatu istilah yang terkait dengan tugas-tugas
pengorganisasian dan pelaporan data keuangan. Dalam penyelenggaraan data
keuangan tersebut, diperlukan mekanisme sistematis yang melibatkan beraneka
ragam komponen data dan sumber daya. Adanya mekanisme, komponen dan sumber daya
inilah yang membuat orang biasa menyebutnya sebagai sistem akuntansi.
Menurut Mulyadi (2014:3), sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi
sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang memudahkan manajemen
guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Dari definisi tersebut,
dapat diambil kesimpulan bahwa sistem
akuntansi di buat untuk memberikan informasi
keuangan yang dibutuhkan oleh suatu organisasi guna memudahkan pengelolaan
keuangannya.
3. Unsur-unsur
Sistem Akuntansi
Unsur-unsur
yang terdapat dalam suatu sistem akuntansi saling berkaitan satu sama lain,
sehingga dapat dilakukan pengolahan data mulai dari awal transaksi sampai
dengan pelaporan yang dapat dijadikan sebagai informasi akuntansi. Dalam suatu
sistem akuntansi, terdapat unsur-unsur pokok, seperti yang dikemukakan oleh
Mulyadi (2014:3), unsur suatu sistem akuntansi
pokok adalah formulir, jurrnal, buku besar, buku pembantu dan
laporan.
a. Formulir
Formulir memegang peran penting
dalam sistem akuntansi. Formulir digunakan untuk menetapkan tanggung jawab
timbulnya transaksi bisnis, merekam data transaksi bisnis, mengurangi
kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk
tulisan dan untuk menyampaikan informasi pokok dari satu orang ke orang lain di
dalam organisasi atau ke organisasi lain. Dengan menerapkan formulir pada
yayasan, diharapkan akuntabilitas dalam hal pelaporan keuangan lebih transparan
dan mencerminkan kinerja yang sebenarnya.
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya
transaksi. Menurut Mulyadi (2014:80), formulir dapat digolongkan menurut:
1) Sumbernya
Menurut sumbernya dibedakan menjadi tiga yaitu formulir yang dibuat dan
disimpan dalam perusahaan. Digunakan secara intern, dan kemudian disimpan dalam
perusahaan. Contoh: surat permintaan
pembelian, memo kredit, kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran
barang gudang.
Kedua, formulir yang dibuat dan dikirimkan kepada pihak luar perusahaan.
Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pihak luar perusahaan. Contoh:
faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, surat order pembelian. Ketiga,
formulir yang diterima dari luar perusahaan. Formulir ini diterima dari pihak
luar perusahaan sebagai akibat dari transaksi bisnis antara perusahaan dan
pihak luar. Contoh: faktur pembelian,
surat order dari pembeli, rekening koran bank.
2) Tujuan Penggunaannya
Menurut tujuan
penggunaannya dibedakan menjadi dua yaitu formulir yang dibuat meminta
dilakukannya suatu tindakan. Contoh: surat permintaan
pembelian (digunakan oleh bagian gudang untuk meminta bagian pembeliaan
melaksanakan transaksi pembelian guna memenuhi kebutuhan persediaan barang di
bagian gudang.
Kedua, Formulir
yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan. Digunakan untuk merekam data transaksi yang telah
dilaksanakan. Contoh: formulir laporan
penerimaan barang (digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data barang
yang diterima dari pemasok). Contoh lain: faktur penjualan, faktur pembelian,
kartu jam kerja, dll.
3) Bagian-bagian
Formulir
Menurut Nuraisyah
(2015:176), bagian-bagian formulir adalah:
a)
Bagian kepala, berisi nama lembaga,
alamat, nomor telepon.
b)
Bagian tubuh, berisi keterangan yang
harus diisi seperti nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir,
agama, pendidikan, alamat, keterangan lain.
c)
Bagian ekor, berisi tempat dan tanggal
pengisisan, tanda tangan dan nama jelas pengisi.
b. Jurnal
Menurut Mulyadi
(2014:4), jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat,
mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Sumber dari
pencatatan dalam jurnal adalah formulir. Dalam jurnal, data keuangan untuk
pertama kalinya digolongkan dalam akun-akun dan dimasukkan dalam kolom debet
atau kredit.
c. Buku
Besar
Menurut Mulyadi
(2014:4), buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk
meringkas data keuangan yang telah di catat sebelumnya dalam jurnal.
Rekening-rekening dalam buku besar akan disajikan dalam laporan keuangan.
d. Buku
Pembantu
Menurut
Sujarweni (2015:6), buku pembantu (subsidiary
ledger) berfungsi untuk membantu merinci akun yang ada di buku besar.
e. Laporan
Menurut
Sujarweni (2015:7), hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang
terdiri dari neraca, laporan laba rugi yang digunakan suatu organisasi dalam
pengambilan keputusan guna mencapai tujuan organisasi. Laporan berisi informasi
yang merupakan keluaran sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak
komputer dan tayangan pada layar monitor komputer.
4.
Simbol untuk Membuat Bagan Alir Dokumen
Untuk
menjelaskan sistem akuntansi yang digunakan yayasan, baik itu sistem akuntansi
pokok, penjualan, penerimaan kas, pembelian, pengeluaran kas, persediaan dan
penggajian dapat menggunakan bagan alir dokumen atau document flowchart. Menurut Sujarweni (2015:26), simbol-simbol
dalam document flowchart adalah
sebagai berikut:
a. Flow Direction Symbols, digunakan
untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain disebut juga connecting line.
b.
Processing
Symbols, menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu
proses/prosedur.
c.
Input/Output
Symbols, menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai
media input atau output.





No comments:
Post a Comment