BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Data adalah
sumber daya penting organisasi yang perlu dikelola seperti mengelola aset
penting dalam bisnis lainnya. Saat ini, perusahaan tidak dapat bertahan hidup
atau berhasil tanpa data yang berkualitas mengenai internal dan lingkungan eksternal
mereka. Inilah mengapa berbagai organisasi dan para manajer perlu melakukan manajemen sumber daya data,yaitu
sebuah aktivitas manajerial yang mengaplikasikan teknologi sistem informasi
seperti manajemen database, gudang data, dan alat manajemen data lainnya dalam
tugas untuk mengelola sumber daya data organisasi agar dapat memenuhi kebutuhan
informasi pihak-pihak yang berkepentingan dengan bisnis mereka.
1.2 Rumusan Masalah
Untuk mengkaji dan mengulas
tentang manajemen sumber daya data diperlukan sub-pokok bahasan yang saling
berhubungan, sehingga penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apakah data
resource management itu ?
2.
Apa saja
dasar-dasar konsep data ?
3.
Bagaimana
pendekatan manajemen database ?
4.
Apakah data mining
(penggalian data) itu ?
1.3 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Sistem Informasi Semester Genap tahun 2013 dan menjawab pertanyaan
yang ada pada rumusan masalah. Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk
meningkatkan pengetahuan penulis dan pembaca tentang pengertian dasar sumber
daya data; dasar-dasar konsep data; pendekatan manajemen database; dan data
mining (penggalian data).
1.4 Metode Penulisan Masalah
Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan
dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari
buku, tetapi juga dari media media lain seperti e-book, web, blog, dan
perangkat media massa yang diambil dari internet.
1.5 Sistematika Penulisan Makalah
Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan,
bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar
belakang, rumusan makalah, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan, dan
sistematika penulisan. Sedangkan bab pembahasan dibagi berdasarkan sub-bab yang
berkaitan dengan sumber daya data. Terakhir, bab penutup terdiri atas
kesimpulan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Data Resource
Management
Manajemen
data merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi serta memastikan
bahwa sumber daya data perusahaan mencerminkan secara akurat sistem fisik yang
diwakilinya. Sumber daya data disimpan dalam penyimpanan sekunder yang dapat
berbentuk berurutan (Sequential) atau akses langsung (direct access).
Pita magnetik (magnetic tape) merupakan medium penyimpanan berurutan
yang paling populer dan piringan magnetic (magnetic disk) merupakan cara
utama mencapai akses langsung. Namun, teknologi akses langsung yang baru, yaitu
compact disk, semakin populer.
Sebelum
era database, perusahaan mengalami keterbatasan dalam manajemen data
mereka karena cara pengaturan data di penyimpanan sekunder. Usaha mula-mula
untuk mengatasi kendala ini meliputi penyortiran dan penggabungan file,
pemprograman komputer yang ekstensif untuk mencari dan mencocokkan catatan file,
serta indeks file dan kaitan yang dibangun ke dalam catatan data. Konsep
database dibangun di atas indeks dan kaitan untuk mencapai suatu
hubungan logis antara beberapa file.
Perangkat
lunak yang mengelola database disebut ssstem manajemen database (Database
Management System) – DBMS. Semua DBMS memiliki pengolah bahasa deskripsi
data (datadescription language processor) yang digunakan untuk
menciptakan database, serta pengelola database yang menyediakan
isi database bagi pemakai. Pemakai menggunakan manipulasi data dan querylanguage.
Orang yang bertanggung jawab atas database dan DBMS adalah pengelola database
(database administrator), atau disingkat DBA. Sebagian besar
perhatian sekarang diarahkan pada database yang sangat besar, yang
disebut data warehouse. Proses pengambilan, yang disebut penggalian data
(data mining), memberikan tingkat dukungan yang lebih tinggi bagi
pemakai daripada yang biasanya. DBMS menyediakan keuntungan yang nyata bagi
perusahaan yang menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi.
2.2 Dasar-dasar Konsep Data
Kerangka
kerja konseptual dari beberapa tingkat data telah dibentuk hingga membedakan
antara beberapa kelompok atau elemen yang berbeda dari data. Jadi, data dapat
secara logis diatur dalam karakter, field, catatan, file, dan database seperti
tulisan dapat diatur dalam huruf, kata, kalimat, paragraf, dan dokumen.
Ø
Karakter
Elemen
logis data yang paling dasar adalah karakter yang terdiri dari sebuah huruf,
angka, atau simbol lainnya. Dari sudut pandang pemakai ( yaitu pandangan logis sebagai
kebalikan dari pandangan data fisik dan hardware ), sebuah karakter adalah
elemen yang paling dasar dari data yang dapat diamati dan dimanipulasi.
Ø
Field
Tingkat
selanjutnya yang lebih tinggi dari data adalah field atau bagian data. Sebuah
field terdiri dari sebuah kelompok karakter yang saling berhubungan. Secara
khusus, field data memenuhi sebuah atribut (sebuah karakteristik atau kualitas)
dari beberapa entitas (obyek, orang, tempat, atau kegiatan).
Ø
Catatan
Field-field
data yang saling berhubungan dikelompokkan untuk membentuk catatan (record).
Sebuah catatan mewakili kumpulan atribut yang mendeskripsikan sebuah entitas.
Catatan dengan panjang tetap (field-length) berisi jumlah tetap panjang field
data. Catatan dengan panjang bervariasi (variable-length) berisi beraneka ragam
field dan panjang field.
Ø
File
Sekelompok
file yang saling berhubungan disebut file data atau table file, seringkali
diklasifikasikan sesuai dengan aplikasi yang terutama menggunakannya seperti
file penggajian atau file persediaan dan jenis data yang ada didalamnya seperti
file dokumen atau file gambar gratis. File yang diklasifikasikan berdasarkan
permanen tidaknya, contohnya file induk (master file) penggajian vs transaksi
penggajian mingguan. Oleh sebab itu, file transaksi akan berisis catatan dari
semua transaksi selama suatu periode dan dapat digunakan secara periodic untuk
memperbarui catatan permanen yang berada pada file induk.File historis (history
file) adalah file lama transaksi atau file induk yang dipertahankan untuk
tujuan cadangan atau untuk penyimpanan historical jangka panjang, yaitu
penyimpanan arsip.
Ø
Database
Database
adalah kumpulan terintegrasi dari elemen data yang secara logika saling
berhubungan. Database mengonsolidasi berbagai catatan yang dahulu disimpan
dalam file-file terpisah ke dalam satu gabungan umum elemen data yang
menyediakan data untuk banyak aplikasi. Data yang disimpan dalam database
independen dari data aplikasi yang menggunakannya dan dari jenis peralatan
penyimpanan tempat mereka disimpan. Jadi, database berisi berbagai elemen data
yang mendeskripsikan berbagai entitas dan hubungan antar-entitas.
2.2.1
Jenis-jenis Database
1). Database Operasional: menyimpan data
terinci yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnisdan operasi dari suatu
perusahaan. Database operasional juga disebut sebagai subject area database (SADB),
database transaksi (transactiondatabase), dan database produksi (production
database). Contoh-contohnya adalah database pelanggan, database
sumber daya manusia, database persediaan, dan database-database lainnya yang
berisi data yang dihasilkan melalui operasi bisnis. Contoh :database sumber
daya manusia seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut akan meliputi data
yang mengidentifikasikan setiap karyawan dan jam kerja mereka, kompensasi,
tunjangan, penilaian kinerja, pelatihan dan status perkembangan, serta data
lainnya yang terkait dengan sumber daya manusia.
2). Database Terdistribusi : banyak
organisasi mereplikasi dan mendistribusikan berbagai kopi ataubagian dari
database ke server jaringan dalam berbagai situs. Database terdistribusi(distributed database) ini dapat
bertempat dalam server jaringan di World
Wide Web,di intranet dan ekstranet perusahaan, atau di jaringan perusahaan
lain. Databaseterdistribusi dapat berupa kopi dari database operasional atau
analitis, databasehipermedia atau diskusi, atau jenis database lainnya.
Replikasi dan distribusi daridatabase dilakukan untuk meningkatkan kinerja
database pada situs Web pemakaiakhir, memastikan bahwa data dalam database
terdistribusi sebuah organisasi secarakonsisten dan bersama-sama diperbarui,
adalah tantangan utama dari manajemendatabase terdistribusi.
3). Database Eksternal : akses ke
informasi yang kaya dari database
eksternaltersedia secara gratisdari berbagai layanan komersial online,
dan dengan atau tanpa biaya dari banyaksumber di World Wide Web. Data tersedia dalam bentuk statistik mengenai
aktivitasekonomi dan demografis dari bank statistik. Atau, kita dapat melihat
ataumelakukan download berbagi abstraksi atau kopi lengkap dari ratusan
surat kabar,majalah, newsletter,
makalah penelitian, dan bahan lain yang dipublikasikan sertajurnal dari
database bibliorafis dan teks penuh.Komponen-komponen sistem informasi berbasis
Web yang meliputi penjelajahWeb (Web browser), server, dan database
4). Database Hipermedia : Pertumbuhan
yang cepat dari situs Web di Internet dan intranet serta ekstranetperusahaan,
telah secara dramatis meningkatkan penggunaan database dokumenhypertext dan
hipermedia. Sebuah situs Web menyimpan informasi semacam inidalam database hipermediayang terdiri dari
berbagai halaman hyperlink darimultimedia (teks, grafik, dan gambar
fotografi,klip video, segmen audio, dan lain-lain).
2.2.2 Gudang Data
Gudang
data menyimpan berbagai data yang telah diekstraksi dari berbagaidatabase
operasional, eksternal, dan database lainnya dari sebuah organisasi. Gudang
dataadalah sumber pusat dari data yang telah dibersihkan, diubah, dan
dikatalogkanagar mereka dapat dipakai oleh para manajer dan praktisi bisnis
lainnya untukpenambangan data, pemrosesan analitis online. Dan analisis
bisnis bentuk lainnya,riset pasar, dan untuk pendukung keputusan. Gudang data
dapat dibagi kembalimenjadi data
mart, yang berisi rangkaian kecil data dari gudang data yang
berfokuspada aspek-aspek tertentu dari suatu perusahaan, seperti departemen
atau sebuahproses bisnis.
Manfaat
penggudangan data, antara lain :
1.
Penggudangan data memberikan model data umum untuk semua kepentingan tanpa
memperdulikan dari mana sumber datanya. Hal ini mempermudah untuk membuat
laporan dan menganalisis informasi dibandingkan dengan model data yang beragam
seperti faktur penjualan, kuitansi penerimaan barang, buku besar, dll
2. Sebelum
memuat data ke dalam gudang data, segala bentuk inkonsistensi diidentifikasi
dan diselesaikan. Ini sangat mempermudah pelaporan dan analisis.
3. Informasi
dalam penggudangan data yang berada di bawah kontrol penggudang data, sehingga
meskipun sistem sumber data berubah seiring waktu, informasi dalam gudang tetap
dapat disimpan dengan aman selamanya. Karena terpisah dari system operasional,
gudang data menyediakan media data tanpa memperlambat sistem operasional.
4. Gudang data
dapat bekerja bersama-sama karena itu dapat meningkatkan nilai aplikasi
operasional bisnis, terutama system manajemen hubungan pelanggan.
5.
Penggudangan data dapat memfasilitasi sistem pendukung keputusan aplikasi
seperti laporan kecenderungan (misalnya, dengan barang yang paling bagus
penjualannya di wilayah tertentu dalam waktu dua tahun terakhir), melaporkan
penyelewengan, dan laporan yang perbandingan antara kinerja sebenarnya dengan
tujuan yang telah ditetapkan.
2.2.3Pemrosesan
File secara Tradisional
Bagaimana
perasaan Anda jika Anda adalah eksekutif sebuah perusahaan dan
diberitahu
bahwa beberapa informasi yang Anda inginkan mengenai para karyawan Anda terlalu
susah dan terlalu mahal untuk diperoleh? Anggaplah bahwa wakil direktur utama
bagian layanan informasi memberi Anda alasan-alasan berikut ini:
Ø
Informasi yang Anda inginkan berada dalam
beberapa file yang ebrbeda, dansetiap file diatur dalam cara yang berbeda.
Ø
Setiap file telah diatur untuk digunakan oleh
berbagai program aplikasi yangberbeda, tidak ada yang menghasilkan infoemasi
yang Anda inginkan dalambentuk yang Anda butuhkan.
Ø
Tidak ada program aplikasi yang etrsedia
untuk membantu mendapatkaninformasi yang Anda inginkan dari file-file ini.
Inilah
mengapa para pemakai akhir dapat merasa frustasi ketika organisasi bergantung
pada sistem pemrosesan filedengan
data yang diatur, disimpan, dan diproses dalam file-file yang independen dari
catatan data. Di dalam pendekatan pemrosesan file yang tradisional yang dahulu
digunakan dalam pemrosesan data bisnis selama bertahun-tahun, setiap aplikasi
bisnis didesain untuk menggunakan satu atau lebih file data khusus yang berisi
hanya jenis tertentu catatan data. Contoh : sebuah aplikasi rekening giro bank
didesain untuk mengakses dan memperbarui file data yang berisi catatan data
khusus untuk para pelanggan rekening giro bank tersebut. Dalam cara yang hampir
sama, aplikasi pemrosesan cicilan pinjaman bank perlu mengakses dan memperbarui
file data khusus yang berisi catatan data mengenai cicilan pinjaman pelanggan.
2.2.4Masalah-masalah
dalam Pemrosesan File
Pendekatan
pemrosesan file akhirnya menjadi terlalu tidak praktis, mahal, dan tidak
fleksibel untuk memasok informasi yang dibutukan untuk mengelola bisnis modern,
dan pendekatan tersebut digantikan oleh pendekatan manajemen database. Sistem
pemrosesan file memiliki masalah-masalah utama berikut ini:
Ø Penumpukan Data. File-file data yang independen dapat terdiri
dari banyak sekaliduplikasi data; data yang sama (seperti nama dan alaamt
pelanggan) dicatat dan disimpan dalam beberapa file. Duplikasi data yang
berlebihan (data redundancy) ini menyebabkan masalah ketika data harus
dikembangkan dan dikoordinasikan untuk memastikan bahwa setiap file diperbarui
dengan benar. Tentu saja, hal ini terbukti sulit dalam praktiknya, jadi banyak
sekali ketidakkonsistenan terjadi di antara data yang disimpan dalam file-file
yang terpisah.
Ø
Kurangnya Integrasi
Data. Memiliki data dalam file-file yang independen mempersulit
untuk memberi para pemakai akhir informasi untuk permintaan khusus yang
membutuhkan pengaksesan data yang disimpan dalam beberapa file yang berbeda.
Program komputer khusus harus ditulis untuk menarik data dari setiap file yang
independen. Hal ini terlalu sulit dilakukan, memakan waktu, dan mahal untuk
beberapa organisasi hingga merupakan hal tidak mungkin untuk memberi para
pemakai akhir atau pihak manajemen informasi tersebut. Jika perlu, para pemakai
akhir harus secara manual mengekstraksi informasi yang dibutuhkan dari berbagai
laporan yang dihasilkan oleh setiap aplikasi berbeda dan membuat laporan khusus
untuk pihak manajemen.
Ø
Ketergantungan Data.
Di
dalam sistem pemrosesan file, komponen-komponen utama dari suatu sistem file
organisasi, lokasi fisiknya dalam hardware
penyimpanan, dan software aplikasi yang digunakan untuk mengakses file-file
tersebut sehingga saling tergantung satu sama lain dalam cara tertentu. Contoh
: program aplikasi biasanya berisi berbagai referensi hingga format tertentu
dari data yang disimpan dalam file-file yang mereka gunakan. Jadi, perubahan
dalam format dan struktur data serat catatan di dalam file membutuhkan
dilakukannya perubahan untuk semua program yang menggunakan file tersebut.
Usaha pemeliharaan program ini adalah beban besar dalam sistem pemrosesan file.
Telah terbukti sulit untuk melakukannya dengan benar dan menghasilkan banyak
sekali ketidak-konsistenan dalam file data.
Ø
Masalah-masalah
Lainnya. Di dalam sistem pemrosesan file, sangatlah mudahuntuk
berbagai elemen data, seperti nomor persediaan dan alamat pelanggan untuk
dicatat dalam cara yang berbeda oleh pemakai akhir dan aplikasi yang berbeda.
Hal ini menyebabkan masalah ketidak-konsistenan yang serius dalam pengembangan
program untuk mengakses data semacam itu. Lagipula, integritas data (yaitu, akurasi
dan kelengkapan) dapat dicurigai karena tidak ada pengendalian atas
penggunaannya dan pemeliharaannya oleh para pemakai akhir yang memiliki
otoritasi. Jadi, kurangnya berbagai standar menyebabkan masalah besar dalam
pengembangan program aplikasi dan pemeliharaannya, serta dalam hal keamanan dan
integritas dari file data yang dibutuhkan oleh organisasi.
2.3 Pendekatan Manajemen Database
Pendekatan
pemrosesan file digantikan oleh pendekatan manajemen database sebagai dasar
dari metode modern dari pengelolaan data organisasi. Pendekatan manajemen data
mengonsolidasi catatan data yang sebelumnya berada dalam file-file terpisah
menjadi database yang dapat diakses oleh banyak program aplikasi yang berbeda.
Selain itu, database managemnet system (DMBS) berfungsi sebagai interface
software antara pemakai dan database. Hal ini membantu para pemakai untuk
dengan mudah mengakses data dalam database untuk mengendalikan bagaimana
database dibuat, diteliti, dan dipelihara untuk memberi informasi yang
dibutuhkan oleh para pemakai akhir. Contoh : catatan pelanggan dan data umum
lainnya yang dibutuhkan untuk beberapa aplikasi berbeda dalam kegiatan perbankan,
seperti pemrosesan cek, sistem teller otomatis, kartu kredit bank,
rekening tabungan, dan cicilan pinjaman. Data-data ini dapat dikonsolidasikan
ke dalam database pelanggan umum, daripada disimpan dalam file-file terpisah
untuk setiap aplikasi tersebut.
2.3.1 Database Management Software
Database
management system (DBMS) adalah software utama dalam pendekatan manajemen
database karena software tersebut
mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan database organisasi dan
pemakai akhir. Di dalam sistem mainframe
dan komputer server, sistem manajemen database adalah paket software sistem yang penting untuk
mengendalikan pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan database dari komputer
pemakai dalam organisasi. Contoh darimainframe
dan versi server terkenal untuk software DBMS adalah DB2 Universal Database
dari IBM, Oracle 9i dari Oracle Corporation, dan MySql, sebuah DBMS sumber
terbuka yang terkenal. Tiga fungsi dasar dari sistem manajemen database adalah
:
Ø
untuk membuat database baru dan aplikasi
database
Ø
memelihara kualitas data dalam database
organisasi
Ø
menggunakan database organisasi untuk
memberikan informasiyang dibutuhkan oleh para pemakai akhir.
Pengembangan
database melibatkan penetapan dan pengaturan isi, hubungan, dan struktur dari
data yang dibutuhkan untuk membangun database. Pengembangan aplikasi database
melibatkan penggunaan DBMS untuk mengembangkan prototipe dari fitur query, formulir,
laporan, dan halaman Web untuk aplikasi bisnis yang diusulkan. Pemeliharaan
database melibatkan penggunaan sistem pemrosesan transaksi dan alat lainnya
untuk menambahkan, menghapus, memperbarui, dan memperbaiki data dalam database.
Penggunaan
utama dari database oleh pemakai akhir melibatkan penggunaan kemampuan
penyelidikan database oleh pemakai akhir melibatkan penggunaan kemampua
penyelidikan database dari DBMS untuk mengakses data dalam sebuah database agar
secara selektif menarik dan menampilkan informasi serta menghasilkan laporan,
formulir dan dokumen lainnya.Tiga penggunaan utama dari software DBMS
adalah untuk membuat, memelihara, dan menggunakan database organisasi.
2.3.2 Penyelidikan Database
Kemampuan
penyelidikan database adalah manfaat utama dari pendekatanmanajemen database.
Para pemakai akhir dapat menggunakan DbMS untukmenanyakan informasi dari
database dengan menggunakan fitur permintaan (query)atau pembuat laporan
(report generator). Mereka dapat menerima respons cepatdalam bentuk
tampilan video atau laporan tercetak. Tidak dibutuhkanpemrograman yang sulit.
Fitur bahasa permintaan memungkinkan kita untukdengan mudah mendapatkan respons
segera atas permintaan khusus: kita hanyaperlu mengetik beberapa permintaan
singkat. Fitur pembuat laporanmemungkinkan kita untuk dengan cepat menentukan
format laporan untukinformasi yang ingin ditampilkan sebagai laporan.
2.3.3 Pemeliharaan
Database
Proses
pemeliharaan database dicapai dengan sistem pemrosesan transaksi dan aplikasi
pemakai akhir lainnya, dengan bantuan dari DBMS. Para pemakai akhir dan ahli
informasi juga dapat menggunakan berbagai utilitas yang diberikan oleh DBMS
untuk pemeliharaan database. Database suatu organisasi perlu diperbarui secara
terus-meenrus untuk mencerminkan transaksi bisnis yang baru (seperti penjualan
yang dilakukan, produk yang dihasilkan, atau persediaan yang dikirimkan) serta
berbagai kegiatan lainnya. Perubahan lain-lainnya juga harus dilakukan untuk
memperbarui dan memperbaiki data dalam database.
2.3.4 Pengembangan Aplikasi
Software
DBMS
juga memainkan peranan penting dalam pengembangan aplikasi. Para pemakai akhir,
analis sistem, dan pengembang aplikasi lainnya dapat menggunakan bahasa
pemrograman internal 4GL serta alat pengembangan software bawaan dalam banyak software DBMS untuk mengembangkan
program aplikasi khusus. Contoh : kita dapat menggunakan DBMS untuk dengan
mudah mengembangkan tampilan entri data, form, laporan, atau halaman Web dari
aplikasi bisnis yang mengakses database perusahaan untuk mencari serta memperbarui
data yang dibutuhkannya. DBMS juga membuat pekerjaan pengembang software
aplikasi menjadi lebih mudah, karena mereka tidak perlu mengembangkan prosedur
penanganan data terinci dengan menggunakan bahasa pemrograman konvensional
setiap kali mereka menulis sebuah program. Sebagai gantinya, mereka dapat
memasukkan berbagai fitur seperti berbagai pernyataan data menipulation
language (DML) dalam software mereka yang membutuhkan DBMS untuk melakukan
aktivitas penanganan data yang dibutuhkan.
2.3.5 Manajemen
Database
Bayangkan
saja betapa sulitnya untuk mendapatkan informasi dari sistem informasi jika
data yang disimpan secara tidak teratur, atau jika tidak ada cara sistematis
untuk menarik datanya. Oleh sebab itu, didalam semua sistem informasi, sumber
daya data harus diatur dan distrukturkan dalam cara yang logis agar mereka daya
diakses dengan mudah, diproses secara efisien, ditemukan dengan cepat, dan
dikelola secara efektif. Jadi, metode struktur data dan akses data, berkisar
dari cara yang sederhana ke yang rumit, telah dibentuk untuk dapat secara
efisien mengatur dan mengakses data yang disimpan oleh sistem informasi.
2.3.6 Struktur
Database
Hubungan
antara berbagai elemen data terpisah yang disimpan dalam database didasarkan
pada salah satu dari beberapa struktur atau model logis data. Software DBMS didesain untuk menggunakan
struktur data etrtentu agar dapat memberi para pemakai akhir akses yang cepat
dan mudah ke informasi yang disimpan dalam database. Lima struktur dasar
database meliputi model hierarkis, jaringan, relasional, berorientasi pada
objek, dan multidimensional.
Ø Struktur Hierarkis
Software
DBMS awal menggunakan struktur hierarkis, yang membuat hubungan antarcatatan
membentuk hierarki atau struktur yang seperti pohon. Di dalam model hierarkis
tradisional, semua catatan merupakan dependen dan diatur dalam struktur multi
tingkat, terdiri dari catatan akar (roof) dan sejumlah tingkat
subordinat. Jadi, semua hubungan antarcatatan adalah satu-ke-banyak, karena
setiap elemen data dihubungkan ke hanya satu elemen di atasnya. Elemen data
atau catatan tersebut yang berada pada tingkat tertinggi hierarki (elemen data
departemen dalam ilustrasi ini) disebut sebagai elemen akar.
Elemen
data apapun dapat diakses dengan menggerakkan maju ke arah bawah dari akar dan
sepanjang cabang dari pohon tersebut, hingga catatan yang diinginkan (contohnya
elemen data karyawan) ditemukan. Contoh dari tiga sturuktur dasar database.
Mereka mewakili tiga cara dasar untuk mengembangkan dan menyajikan hubungan antarelemen
data dalam sebuah database seperti dalam gambar berikut.
Ø Struktur Jaringan
Struktur
jaringan dapat mewakili hubungan logis yang lebih rumit, dan masih digunakan
oleh beberapa software mainframe DBMS. Struktur ini memungkinkan hubungan
banyak-ke-banyak antarcatatan; dengan kata lain, model jaringan dapat mengakses
elemen data dengan mengikuti salah satu dari beberapa jalur, karena elemen data
atau catatan apa pun dapat dihubungkan ke banyak elemen data lainya.
Ø Struktur Relasional
Model
relasional adalah model yang paling banyak digunakan dari ketiga struktur
database ini. Model ini digunakan oleh kebanyakan software DBMS mikrokomputer,
dan juga sistem skala menengah dan mainframe. Di dalam model relasional, semua
elemen data dalam database dipandang disimpan dalam bentuk tabel-tabel
sederhana. Tabel-tabel lainnya, atau yang disebut hubungan (relation), untuk
database organisasi ini dapat mewakili hubungan elemen data antarproyek,
divisi, lini produk, dan lain-lain. Software DBMS berdasarkan pada model
hubungan tersebut dapat menghubungkan berbagai elemendata dari berbagai tabel
untuk memberikan informasi bagi para pemakai.
Ø Struktur Multidimensional
Struktur
database multidimensional adalah variasi dari model relasional yang menggunakan
struktur multidimensional untuk mengatur data dan menyajikan hubungan
antardata. Anda dapat memvisualisasikan struktur multidimensional sebagai
kotak-kotak (cube) data dan kotak dalam kotak data. Setip sisi dari
kotak dianggap sebagai sebuah dimensi dari data tersebut. Gambar berikut adalah
contoh yang menunjukkan bahwa setiap dimensi dapat mewakili kategori yang
berbeda, seperti jenis produk, daerah, saluran penjualan, dan waktu.
Setiap
sel dalam struktur multidimensional berisi data teragrerasi yang berhubungan
dengan berbagai elemen bersama dengan setiap dimensinya. Contohnya, sebuah sel
dapat berisi total penjualan untuk sebuah produk dalam suatu daerah untuk
saluran penjualan etrtentu dalam satu bulan. Manfaat utama dari database
multidimensional adalah mereka cara praktis dan mudah dipahami untuk
memvisualisasikan dan memanipualsi berbagai elemen data yang memiliki banyak
hubungan yang saling berkaitan. Jadi, database multidimensional telah menjadi
struktur database yang paling terkenal, yang mendukung aplikasi onlineanalytical
processing (OLAP), yang diharapkan memberikan jawaban cepat untuk
permintaan rumit masalah bisnis.
Ø Struktur yang Berorientasi pada Objek
Model
database yang berorientasi pada objek dianggap merupakan salah satu dari
teknologi penting dari generasi baru aplikasi multimedia berbasis Web.
Kemampuan untuk melakukan pemangkasan (encapsulation) ini memungkinkan
model yang berorientasi pada objek tersebut menangani dengan lebih baik
jenis-jenis data yang lebih rumit (grafik, gambar, suara, teks) daripada
struktur database lainnya.
Model
yang berorientasi pada objek ini juga mendukung pewarisan (inheritance); maksudnya,
objek-objek baru dapat secara otomatis dibuat dengan mereplikasi beberapa atau
semua karateristik dari satu atau lebih objek asal (parent). Contohnya,
teknologi objek memungkinkan para pendesain untuk mengembangkan desain produk,
menyimpannya sebagai objek dalam database yang berorientasi pada objek, dan
mereplikasinya serta mengubahnya untuk membuat desain produk baru. Selain itu,
aplikasi multimedia berbasis Web untuk Internet dan intranet serta ekstranet
perusahaan telah menjadi area aplikasi utama untuk teknologi objek.
Para
pendukung teknologi objek berargumentasi bahwa DBMS yang berorientasi pada
objek dapat menangani berbagai janis data yang rumit seperti dokumen dan gambar
grafik, klip video, segmen audio, dan rangkaian lainnya dari halaman Web dengan
jauh lebih efisien daripada sistem manajemen database relasional. Akan tetapi,
para penjual besar DBMS relasional telah mengatasinya dengan menambahkan modul
yang berorientasi pada objek ke software relasional mereka. Contoh-ontohnya
meliputi perpanjangan objek multimedia untuk DB2 dari IBM dan “cartridge” berorientasi
pada objek dari Oracle untuk Orale 9i.
2.3.7
Evaluasi Struktur
Database
Struktur data hierarkis adalah midel natural untuk
berbagai database yang digunakan untuk pemrosesan transaksi yang jenisnya rutin
dan terstruktur, yang merupakan karateristik daribanyak operasi bisnis. Data
untuk operasi-operasi ini dapat dengan mudah diwakili oleh sekelompok catatan
dalam hubungan yang hierarkis. Akan tetapi, terdapat banyak kasus yang
membutuhkan informasi mengenai berbagai catatan tetapi tidak memiliki hubungan
hierarkis.
Contoh :sudah nyata bahwa dalam beberapa organisasi, para
karyawan dalam lebih dari satu departemen dapat bekerja untuk lebih dari satu
proyek. Struktur data jaringan dapat dengan mudah menangani hubungan banyak
banyak-ke-banyak ini. Oleh karenanya struktur itu menjadi lebih fleksibel
daripada struktur hierarkis dalam mendukung database untuk berbagai jenis
operasi bisnis. Akan tetapi, seperti juga struktur hierarkis, oleh karena
hubungan harus ditentukan terlebih dahulu, model jaringan tidak dapat dengan
mudah menangani permintaan khusus atas informasi.
Di pihak lain, database relasional memungkinkan pemakai
akhir untuk dengan mudah menarik informasi sebagai respons dari permintaan
khusus. Hal itu disebabkan karena tidak semua hubungan antarelemen data dalam
database yang dikelola secara relasional harus ditentukan ketika database
tersebut dibuat. Software DBMS (seperti Oracle 9i, DB2, Access, dan Approach)
membuat tabel-tabel hubungan data baru dengan menggunakan berbagai bagian dari
data yng berasal dari beebrapa tabel. Hasilnya, database relasional lebih mudah
digunakan untuk bekerja dan lebih mudah dipelihara oleh para pemrogram daripada
model hierarkis maupun jaringan.
Keterbatasan utama dari model relasional adalah DBMS
relasional tidak dapat memproses jumlah besar transaksi bisnis secepat dan
seektif informasi yang dikelola dengan model hierarkis serta jaringan, atau
untuk aplikasi rumit bervolume besar, seperi yang dilakukan oleh model yang
berorientasi pada objek. Kesenjangan kinerja ini telah dipersempit dengan
adanya pengembangan software DBMS relasional canggih dengan perpanjangan yang
berorientasi pada objek. Penggunaan software manajemen database yang
ebrdasarkan pada model yang ebrorientasi pada objek dan multidimensional tumbuh
dengan stabil, karena teknologi-teknologi ini menerapkan peran OLAP dan aplikasi
berbasis Web yang lebih besar.
2.3.7
Pengembangan Database
Software manajemen
database seperti Microsoft Access atau Lotus Approach memungkinkan para pemakai
akhir untuk dengan mudah mengembangkan database yang mereka inginkan. Akan
tetapi, banyak organisasi biasanya menempatkan pengendalian dari pengembangan
database keseluruhan perusahaan di tangan database administrator (DBA)
dan ahli database lainnya. Hal ini meningkatkan integritas dan keamanan dari
database organisasi. Para pengembang database menggunakan database
definition language (DDL) dalam DBMS seperti Oracle 9i atau DB2 dari IBM,
untuk mengembangkan serta untuk mengubah spesifikasi database ini jika
diperlukan. Informasi semacam itu dikatalogkan dan disimpan dalam sebuah
database definisi serta spesifikasi datam yang disebut sebagai kamus data (data
dictionary), atau tempat penyimpanan metadata (metadatarespository), yang
dikelola oleh software manajemen
database dan dipelihara oleh DBA.
Kamus
data adalah katalog atau direktori manajemen database yang berisi metadata,
yaitu data mengenai data. Kamus data bergantung pada komponen software DBMS
untuk mengelola database definisi data, yaitu, metadata mengenai struktur,
elemen data, dan karateristik lainnya dari database organisasi. Contohnya,
kamus data berisi nama dan deskripsi dari semua jenis catatan data dan hubungan
mereka satu sama lain, serta informasi yang menggambarkan secara umum
persyaratan untuk akses dan penggunaan program apliaksi para pemakai akhir,
serta pemeliharaan dan keamanan database.
Kamus datadapat diminta oleh DBA untuk melaporkan
status dari aspek apapun metadataperusahaan.
DBA kemudian dapat membuat perubahan pada definisi dari elemen data yang
dipilih. Bebrapa kamus data aktif (vs pasif) secara otomatis mendorong aplikasi
menggunakan DBMS untuk mengakses database organisasi. Contohnya, sebuah kamus
data aktif tidak akan mengizinkan program entri data untuk menggunakan definisi
standar atas catatan pelanggan, atau memungkinkan seorang karyawan untuk
memasukkan nama seseorang karyawan yang melebihi ukuran elemen data yang telah
ditetapkan.
Mengembangkan
database besar dari jenis data yang kompleks dapat merupakan tugas yang rumit.
DBA dan analis desain database bekerja bersama dengan para pemakai akhir dan
analis sistem untuk membuat model proses bisnis dan data yang mereka butuhkan.
Kemudian, mereka menetapkan (1) definisi data apa yang harus dimasukkan dalam
database, dan (2) struktur atau hubungan apa yang harus ada di antara berbagai
elemen data.Pengembangan database melibatkan aktivitas perencanaan data dan
desain database. Model-model data yang mendukung proses bisnis digunakan untuk
mengembangkan database yang memenuhi kebutuhan informasi para pemakainya.
2.3.8 Perencanaan Data dan
Desain Database
DBA
dan para desainer bekerja dengan manajemen pemakai akhir dalam perusahaan untuk
mengembangkan model perusahaan yang mendefinisikan proses bisnis dasar dari
perusahaan. Kemudian, mereka menetapkan kebutuhan informasi daripara pemakai
akhir dalam proses bisnis, seperti proses pembelian/penerimaan yang dimiliki
semua bisnis.
Selanjutnya,
para pemakai akhir harus mengidentifikasi elemen-elemen data
utama yang
dibutuhkan untuk melakukan aktiviats bisnis tertentu mereka. Hal ini sering
kali melibatkan entity relationship diagram (ERD) yangmembuat model
berbagai hubungan antarbanyak entitas yang terlibat dalam proses
pembelian/penerimaan. Para pemakai akhir dan pendesain database dapat
menggunakan manajemen database atau software pemodelan bisnis untuk membantu
mereka mengembangkan model ERD untuk proses pembelian/penerimaan. Hal ini akan
membantu untuk mengidentifikasi data pemasok dan produk apa yang dibutuhkan
untuk mengotomatisasi proses pembelian/penerimaan serta bisnis lainnya dengan
menggunakan software manajemen sumber daya perusahaan (enterprise resource
planning----ERP) atau rantai pasokan manajemen (supply chain management---SCM).
Tampilan
pemakai semacam itu adalah bagian utama dalam proses pemodelan data dengan
hubungan antarelemen data diidentifikasi. Setiap model data mendefinisikan
hubungan logis antarelemen data, yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis
dasar. Contohnya, dapatkan seorang pemasok memberikan lebih dari jenis produk
pada kita? Dapatkan seorang karyawan memiliki beberapa tingkat pembayaran atau
ditugaskan ke beberapa kelompok kerja proyek?
Menjawab
pertanyaan semacam itu akan mengidentifikasi hubungan data yang harus disajikan
dalam model data yang mendukung proses bisnis. Modelmodel data ini kemudian
bertindak sebagai kerangka kerja logis (disebut sebagai skema dan subskema)
yang akan mendasari desain fisik databasedan pengembangan program aplikasi
untuk mendukung proses bisnis organisasi. Sebuah skema adalah pandangan logis
keseluruhan antarelemen data dalam sebuah database, smentara subskema adalah
tampilan logis dari hubungan data yang dibutuhkan untuk mendukung program
apliaksi pemakai akhir tertentu, yang akan mengakses database tersebut.
Perlu
diingat bahwa model data mewakili tampilan tampilan logis (logis view)
dari data dan hubungan database. Desain fisik database mengambil tampilan fisik
data (yang juga disebut sebagai tampilan internal) yang mendeksripsikan
bagaimana data secara fisik disimpan dan diakses dalam alat penyimpanan sistem
komputer. Contohnya, Gambar berikut ini mengilustrasikan perbedaan tampilan
database ini dan interface software dalam sistem pemrosesan database
sebuah bank.
2.4 Data Mining (
Penggalian Data )
Data
mining adalah proses penggalian pola tersembunyi dari data. Semakin banyak data
dikumpulkan, dengan jumlah data yang dua kali lipat setiap tiga tahun, data
yang menjadi semakin penting untuk mentransformasikan data menjadi informasi.
Hal ini umumnya digunakan dalam berbagai praktek pencarian keterkaitan data,
seperti pemasaran, mendeteksi penyelewengan dan penemuan ilmiah. Data Mining
dapat diterapkan pada set data berukuran apapun. Namun, meskipun dapat
digunakan untuk menemukan pola-pola tersembunyi di dalam data yang telah
dikumpulkan, ia tidak dapat menemukan pola yang tidak ada dalam data, ataupun
dalam data yang belum dikumpulkan. Selama berabad-abad, manusia telah menggali
informasi secara manual dari data yang ada, tetapi semakin meningkatnya volume
data dalam era modern telah memunculkan ide untuk penggalian informasi secara
otomatis.
Keuntungan DBMS antara lain :
Ø DBMS
memungkinkan perusahaan maupun pemakai individu untuk mengurangi pengulangan data. Jumlah total file dikurangi
dengan menghapus file-file duplikat. Juga hanya terdapat sedikit data
yang sama di beberapa file.
Ø
Mencapai
idenpendensi data. Spesifikasi data disimpan dalam skema daripada dalam tiap
program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi
program yang mengakases data.
Ø
Mengintegrasikan
data dari beberapa file. Ketika file dibentuk sehingga
menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.
Ø
Mengambil data dan
informasi secara cepat. Hubungan-hubungan logis dan DML serta query
language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau
menit, yang sebelumnya mungkin memerlukan beberapa jam atau hari.
Ø
Meningkatkan
keamanan. Baik DBMS mainframe maupun computer mikro
dapatmenyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), directory
pemakai, dan bahasa sandi (encryption). Data yang dikelola oleh DBMS
juga lebih aman daripada data lain dalam perusahaan.
Kerugian DBMS antara lain :
Ø
Memperoleh
perangkat lunak yang mahal DBMS mainframe masih sangat mahal.
DBMS berbasis computer mikro, walau biayanya hnaya beberapa ratus dolar, dapat
menggambarkan pengeluaran yang besar bagi organisasi kecil.
Ø
Memperoleh
konfigurasi perangkat keras yang besar DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan
primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program
aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi
mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi
daripada jika sebaliknya.
Ø
Mempekerjakan dan
mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat
memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan
paling baik oleh para pengelola database (DBA).
Database
terkomputerisasi
maupun DBMS bukanlah prasyaratanmutlak untuk pemecahan masalah. Namun, mereka
memberikandasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasibagi
para spesialis informasi dan pemakai.Contoh
kasus :banyak perusahaan menggunakan data mining untuk:
- Melakukan
“analisis berbasis pasar” agar dapat mengidentifikasi
- berbagai
paket produk.
- Menemukan
akar dari masalah kualitas atau produksi.
- Mencegah penurunan pelanggan dan untuk mendapat pelanggan
baru.
- mendapat gambaran mengenai pelanggan dengan lebih akurat.
BAB III
PENUTUP
Sistem manajemen data base mengorganisasikan volume data dalam jumlah yang
besar digunakan oleh perusahaan dalam transaksi–transaksinya sehari–hari. Data
harus diorganisasikan sehingga para manajer dapat menemukan data tertentu
dengan mudah dan cepat dalam pengambilan keputusan.DBSM memudahkan mengelola data secara terintegrasi,
memudahkannya dan mengamankannya. DBSM menggunakan model database yang berbeda
untuk menjaga jalur kesatuan, artribut, dan hubungan.
DAFTAR
PUSTAKA
McLeod, Jr., Raymon, dan George P. Schell. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Salemba
Empat.
www.mdp.ac.id
samsulramli.wordpress.com/2009/12/20/potensi-sumber-daya-data/
wahyunisofiana.files.wordpress.com/2008/05
No comments:
Post a Comment